1 PSK di Basel Positif HIV, 3 Sifilis

kasmirudin
1 PSK di Basel Positif HIV, 3 Sifilis
ilustrasi

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan, mencatat satu Pekerja Seks Komersial (PSK) positif mengidap penyakit virus imunodifisiensi manusia atau yang lebih dikenal dengan HIV, dalam pemeriksaannya di empat titik lokalisasi yang ada di Bangka Selatan.

Hasil tersebut didapati saat dinas terkait melakukan kegiatan Mobile Inveksi Menular Seksual (IMS) pada empat titik tadi sejak tanggal 25-27 Februari 2019, dengan jumlah 80 PSK yang diberikan skrining HIV.

Kepala DKPPKB Basel, Supriyadi mengatakan, ada satu PSK yang positif HIV. Ini diketahui setelah dilakukan rapid test, tes cepat, langsung diketahui hasilnya. Satu orang itu pertama kali dilakukan tes ternyata positif. Takutnya tidak akurat, dilakukan lagi sampai tiga kali. Hasilnya tetap positif.

"DKPPKB akan segera menindaklanjuti kasus tersebut, dengan berkoordinasi melalui Puskesmas. Sehingga nantinya perempuan yang telah terjangkit penyakit tersebut, dapat diberikan pembinaan, edukasi serta pengobatan," terangnya.

Dikatakannya, yang terkena penyakit tersebut akan didata secara by name by address. Jadi nanti puskesmas yang akan memanggilnya, dibina, diedukasi, dibentuk imunitas kekebalan tubuh dan akan diberikan biaya pengobatan secara gratis.

“Pasien bisa dirujuk ke RSUD Bangka Tengah, atau RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. Tentu, kalau sudah positif, sepertinya akan diberhentikan oleh mucikari-nya. Yang susahnya kita mendata mereka yang freelance itu," sebutnya.

Sementara itu, tim turut mendata 3 PSK lainnya positif terjangkit penyakit Raja Singa (Sipilis). Maka dari itu, dia mengimbau bagi mereka yang hobi “jajan” agar selalu berhati-hati, tetap menjaga kesehatan serta bilamana merasa tubuh tidak enak segera memeriksanya ke dokter.

“Jangan lupa menggunakan alat kontrasepsi (kondom) sebelum berhubungan. Pada PSK juga diharapkan selalu cek kesehatan, jangan gunakan anti biotik sembarangan. Enaknya  konsultasi sama dokter, karena ada kuman yang baik untuk tubuh. Idealnya giat mobile IMS ini tiga bulan sekali, karena keterbatasan anggaran, jadi 1 kali setahun. Ditambah dari provinsi 1 kali,” tutupnya. (BBR)


Penulis  : Andre                                           
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review