15 Penderita Disabilitas Mental Kedaruratan Akan Direhabilitasi

kasmirudin
15 Penderita Disabilitas Mental Kedaruratan Akan Direhabilitasi
Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitung, bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pangkal Pinang, menggelar kegiatan pembahasan tentang Penyandang Disabilitas Mental di Kantor Dinsos Pangkal Pinang, Jumat (28/6/2019). (Foto: Gusti)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Dinas Sosial Provinsi Bangka Belitung, bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pangkal Pinang, membahas "Kedaruratan" bagi Penyandang Disabilitas Mental (PDM).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dinsos Pangkal Pinang yang dihadiri Kepala Dinsos Provinsi Babel, M. Aziz, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pangkal Pinang, Rika Komariah, beserta staf dan tamu undangan.

Kepala Dinsos Pangkal Pinang, Rika Komariah mengatakan, kegiatan ini pembahasan tentang kasus PDM sebanyak 15 orang dari berbagai latar belakang di Kota Pangkal Pinang.

"Sesuai Undang-Undang Hak Asasi Manusia, mereka berhak memperoleh hak yang sama, dan ada beberapa yang masih dipasung. Mereka berhak menerima hak diperlakukan sama seperti manusia normal lainya," ujar Rika dalam sambutanya, Jumat (28/6/19).

Kendati demikian, ada beberapa keluarga yang mendukung untuk diobati. Namun, ada juga yang menolak.

"Kami berharap kerja sama berbagai unsur untuk melakukan kegiatan ini bersama-sama, dan memberikan manfaat kepada 15 orang ini dapat berkomunikasi dan berinteraksi kepada masyarakat sekitarnya," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Provinsi Babel, M. Aziz mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan istilah "Gila" bagi Penyandang Disabilitas Mental.

"Keputusan tersebut tertuang dalam surat edaran Gubernur Provinsi Babel Nomor : 460/0487/RS-DINSOS/2019 dijelaskan sebutan "Gila" tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa," terang Aziz.

Ia mengatakan, Dinsos wajib mengurusi yang berkaitan dengan kemanusiaan dan hajat hidup manusia.

"Kami bahagia menjalan tugas kemanusiaan pengabdian ini, baik melayani Disabilitas, Lansia, orang terlantar dan bencana alam," katanya.

Lanjut Aziz, pada tahun 2019 ini Dinsos Provinsi Babel, akan membangun gedung yang akan digunakan bagi penyandang disabilitas dan orang terlantar. (BBR)


Penulis  : Gusti 
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review