80 Persen Warganya Berprofesi Nelayan, Kades Beriga Berharap Pembangunan SPBN Dipercepat

kasmirudin
80 Persen Warganya Berprofesi Nelayan, Kades Beriga Berharap Pembangunan SPBN Dipercepat
Nelayan Desa Beriga, Kecamatan Lubuk, Bangka Tengah saat melakukan petisi penolakan aktivitas tambang laut di zona tangkap nelayan Desa Beriga pada Jumat (11/10/2019) sore. (Foto: Faisal)

LUBUK, BABELREVIEW.CO.ID -- Kepala Desa Beriga, Kecamatan Lubuk, Bangka Tengah, Ghani mengatakan warganya yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan sangat mengharapkan segera dibangunnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Hal tersebut dikatakannya, seusai melakukan petisi penolakan aktivitas tambang laut di zona tangkap nelayan Desa Beriga pada Jumat (11/10/2019) sore.

"Jumlah nelayan Desa Beriga kurang lebih 500 orang, hampir 80 persen warga desa berprofesi nelayan. Oleh sebab itu perlu adanya fasilitas pendukung penyedian BBM seperti SPBN di desa kami," tuturnya.

Ghani menjelaskan, selama ini para nelayan Desa Beriga selalu terkendala BBM, karena tingginya penggunaan BBM sedangkan ketersediaan yang sering tidak stabil di penjual eceran.

"Kita hitung saja, sekali melaut para nelayan butuh 10-20 liter BBM, sedangkan jumlah nelayan menyentuh angka 500 orang. Jika ditotal seluruh nelayan sekali melaut butuh minimal 3-5 ton BBM. Dengan keperluan BBM yang begitu tinggi, saya berharap untuk pembangunan SPBN secepatnya dilakukan," terangnya.

Ia menuturkan, sudah seharusnya Desa Beriga diprioritaskan pembangunan fasilitas nelayan, karena warganya yang 80 persen berprofesi sebagai nelayan.

"Memang pemkab sudah memberitahukan akan dibangun SPBN, namun lebih cepat lebih baik. Agar  aktivitas melaut warga berjalan dengan baik," pungkasnya. (BBR)


 

Penulis  : Faisal
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review