Akuntansi, syarat bisnis untuk scale up!

Admin
Akuntansi, syarat bisnis untuk scale up!
foto:IST

Memasuki era pasar global, semakin banyak peluang ikut serta dalam perekonomian. Salah satunya menjadi pengusaha, tidak butuh modal yang banyak dalam mendirikan sebuah usaha khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM). UKM merupakan usaha yang didirikan dengan tujuan mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya. Para pengusaha umumnya hanya berniat mendirikan usaha tanpa memikirkan beberapa hal penting sebelum mendirikan UKM. Salah satu yang terpenting dalam mendirikan UKM yaitu sistem informasi keuangan yang jelas, maka dari itu adanya peran akuntansi terhadap UKM.

Akuntansi merupakan hal yang dianggap rumit bagi sebagian pengusaha, bahkan ada yang menganggap tidak penting hanya karena pencatatan uang keluar masuk saja. Namun, sistem informasi keuangan yang dimaksud disini dimulai dari pencatatan piutang, hutang, persediaan barang, pengeluaran dan pemasukan barang serta kas, dan sebagainya. Kemudian laporan dicatat dalam laporan keuangan dimulai dari laporan laba rugi, perubahan modal, posisi keuangan dan arus kas. Bukan hanya sekedar laporan tentang debit, kredit, untung dan rugi. Pencatatan bertujuan untuk menghasilkan informasi keuangan yang benar dan dapat dipercaya.

akuntasi merupaka salah satu pilar dalam bisnis.  Akuntansi akan memberikan informasi  yang menggambarkan suatu keadaan entitas bisnis bagi para stakeholder seperti owner,kreditur hingga investor itulah kenapa akunansi sering kali disebut sebagai “ Languange of Business”. Informasi akuntansi memungkinkan pemilik bisnis untuk menilai efisiensi dan efektivitas bisnis mereka di tengah era revolusi industry 4.0. Laporan keuangan yang disiapkan dapat dibandingkan dengan target atau data pesaing  yang telah ditentukan untuk memantau bagaimana UKM itu beroperasi. Pemilik bisnis juga dapat menggunakan laporan akuntansi keuangan historis untuk menciptakan tren untuk menganalisis dan memprediksi penjualan di masa depan.  Namun tidak semua owner bisnis memiliki laporan keuangan karena kurang meleknya terhadap literasi keuangan.

Pada umumnya pengusaha yang baru merintis berorientasi bagaimana menghasilkan penjualan setinggi mungkin karena jika semakin banyak penjualan makan akan semakin untung dan jika penjualan rendah maka berpotensi rugi. Semua terfokus kepada omzet tetapi tidak mengetahui jumlah keuntungan secara pasti, tidak sedikit pengusaha yang merasa omzet nya tinggi namun bingung uang nya kemana aja.

Hal ini dapat dipastikan karena tidak memiliki informasi akuntansi dan tidak memisahkan keuangan entitas bisnis dengan keuangan pribadi. Tidak memisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi adalah suatu kesalahan besar dalam bisnis, dengan situasi seperti ini tidak akan bisa menghimpun informasi akuntansi karena salah satu konsep dasar akuntasi adalah perusahaan berdiri sendiri dan terpisah dari harta pribadi  atau yang sering dikenal economic entity concept. Tidak sedikit owner bisnis yang merasa bisnisnya profit tapi sebenarnya di subsidi oleh keuangan pribadi secara tidak sadar, karena tidak disiplin memanage keuangan pribadi dan keuangna perusahaan.

Minimnya pengetahuan manajemen keuangan adalah salah satu alasan usaha kecil menengah gagal dalam Scale Up bahkan bisa jadi bangkrut karena tidak piawai dalam melakukan manejemen keuangan. Untuk bisa me manajemen keuangan perusahaan tentu para owner bisnis harus paham bagaimana situasi bisnisnya saat ini dan mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat tentu yang dicerminkan melalui sistem akuntansinya. Masalahnya perusahaan kecil sering kali tidak memiliki data tentang bisnisnya, mereka belum menyadari pentingnya akuntanasi dalam suatu bisnis yang mampu menyediakan kebutuhan mereka ketika mengambil keputusan, karena tidak memiliki data pada akhirnya mereka mengambil keputusan dengan insting dan perasaan yang bisa jadi tidak teruji dan tidak rasional.

jika sistem akuntansi sudah terimplementasi dengan baik maka akan banyak manfaat bagi owner bisnis salah satu nya adalah bisa menelusuri dimana pos pos yang tidak efisien bahkan bisa mendeteksi sesuatu yang janggal pada periode tsb contohnya biasanya Net profit margin berada di kisaran 30-45% pada suatu periode turun ke angka 25% maka dapat ditelusuri faktor penyebabnya apakah penjualan yang lesu, harga bahan baku naik, turnover persediaan yang lambat hingga menjadi beban dan sebagainya. Dari masalah tersebut masih kita breakdown hingga ketemu akar permasalahnnya. Misalnya penjualan yang lesu, apakah kualitas produk menurun,daya beli masyrakat yang menurun, masuknya competitor baru, kinerja karyawan menurun atau butuh inovasi dalam produk.

Ketika paham apa masalah dalam bisnis,maka akan ada tindakan yang rasional berbasis data untuk mengatasi masalah. Tidak hanya disitu dengan adanya sistem informasi akuntansi yang komprehensif perusahaan mampu membuat forecasting untuk periode selanjutnya karena sudah ada data histori bagaimana trend perusahaan ini berkembang fungsinya adalah agar seluruh elemen perusahaan berupaya untuk mencapai target yg sudah ditentukan. Manfaat lainyya perusahaan dapat meng anggarkan pengeluaran agar lebih terencana dan terarah lalu dengan anggaran ini kita bisa menemukan supplier terbaik, kedua belah pihak di untungkan karena perusahaan mendapatkan supplier terbaik dan supplier mendapatkan kepastian proyek.

Harus diakui bahwasanya akuntansi memainkan peran yang sangat krusial dalam menyajikan data dan informasi yang akan membantu bisnsi untuk Scale UP! Jangan berpikir akuntansi hanya untuk perusahaan besar, tidak peduli skala bisnis anda seperti apa. kunci untuk Scale Up  bisnis salah satunya dengan mengkaji laporan keuangan perusahaan secara komprehensif sehingga dapat di evaluasi dan mengambil keputusan terbaik yang rasional berdasarkan data.

 Penulis : Jabintang Borneo Senja