Alami Jantung Bocor, Dava Butuh Biaya untuk Berobat

kasmirudin
Alami Jantung Bocor, Dava Butuh Biaya untuk Berobat
Dava Pratama bersama kedua orang tuanya yang mengalami jantung bocor saat ini membutuhkan bantuan biaya untuk berobat ke Jakarta. (Foto: Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Dava Pratama (11) anak kedua dari pasangan Arya Varamita (35) dan Samsul Hadi (39) yang tinggal di RT 03 Desa Kenanga Jalan Karang Panjang, Kecamatan Sungailiat menderita kebocoran selaput jantung bawaan dari sejak lahir.

"Awalnya pada tanggal 11 Mei 2019 lalu, anak saya Dava mengeluh sakit kepala dan perut. Setelah itu langsung saya bawa ke Puskesmas dan diberi obat paracetamol, obat lambung dan vitamin B komplek," kata Arya Varamita, Ibu kandung dari Dava Pratama, Selasa (11/6/2019).

Arya Varamita jelaskan, setelah 1 hari minum obat dari puskesmas tidak ada perubahan justru kondisinya anaknya semakin memburuk. Akhirnya keesokan hari diputuskan membawa anaknya ke Rumah Sakit Depati Bahrain Sungailiat.

"Jadi pada hari Minggu tanggal 12 Mei setelah selesai waktu Maghrib, Dava langsung diopname dan dirawat inap. Hasil pemeriksaan dari RS Depati Bahrain, anak saya dinyatakan sakit tifus. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter Eriantono dengan dilakukan rekam jantung pada hari Senin tanggal 13 Mei 2019, pada hari Selasa (14/5/2019), kami mendapatkan hasil kalau anak kami jantungnya mengalami masalah," terangnya.

Arya melanjutkan, karena belum mendapatkan keterangan yang lebih detail mengenai penyakit yang diderita anaknya, pada Rabu (15/5/2019) Dava dirujuk ke dokter spesialis jantung, dr. Endang. Hasil  USG jika jantung anaknya mengalami kebocoran.

"Tingkat kerusakan selaput jantung anak saya sekitar 3,14 persen dan kami diberikan rujukan ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Saya masih belum puas dengan hasil tersebut, maka pada hari Kamis (16/5/2019) kami bawa Dava ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang dan ternyata hasilnya sama," ungkap Arya.

Pada tanggal 17 Juni 2019 ini siswa kelas 5 SD ini akan dibawa ke Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta Barat, sesuai dengan rujukan yang diberikan oleh rumah sakit sebelumnya.

"Untuk biaya pengobatan selama ini kami menggunakan BPJS. Tetapi untuk persiapan berangkat ke Jakarta, kami mendapatkan sumbangan dari masyarakat Kenanga, masjid, SDN 16 Pasar Air Kenanga dan dari gereja. Uang yang kita dapatkan itu hanya untuk biaya beli tiket pesawat, dan untuk biaya selama disana nanti masih dicari," jelasnya.

Sejauh ini Arya sekeluarga sudah mengurus bantuan dana ke Baznas dan Dinas Sosial Kabupaten Bangka, tetapi bantuan tersebut masih dalam proses.

"Saya dan keluarga berharap anak saya Dava bisa cepat sembuh dan mudah-mudahan proses pengobatan anak saya dapat berjalan lancar. Kami dan keluarga minta doanya untuk kesembuhan anak saya, dan kami ucapkan terima kasih buat orang yang telah membantu,” harap Arya. (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review