Alasan Indisipliner, Atika Putriani Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Ibnuwasisto
Alasan Indisipliner, Atika Putriani Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Atika Putriani bersama Pembina Perguruan Silat Pulau Kelapa saat bersilaturahmi dengan Wakil Ketua I DPRD Bangka. ( Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Merasa tidak diperlakukan secara tidak adil dengan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bangka, Pembina Perguruan Pencak Silat Pulau Kelapa bersama dengan salah satu anak didiknya menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Bangka, Selasa (14/1/2020).

Dihadapan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan Amd, Pembina Perguruan Pencak Silat Pulau Kelapa, Budi Firmansyah menuturkan jika ada perlakuan tidak adil yang dilakukan Pengurus IPSI Bangka terhadap anak didiknya.

"Pada kesempatan ini, kami menghadap ke pimpinan dewan dengan maksud supaya dapat diberikan solusi terbaik agar jangan karena tidak suka dengan seseorang membuat berlaku tidak adil. Saya ini pernah menjabat di IPSI kurang lebih 20 tahunan, jadi sangat paham bagaimana pengurus IPSI harus bersikap," tukasnya.

Ia menerangkan bahwa perlakuan tidak adil itu menimpa pada anak didiknya yang bernama Atika Putriani yang merupakan atlet Silat Tingkat Nasional.

"Awal mula permasalahan adalah pada saat Atika mewakili Provinsi Bangka Belitung untuk pra PON di Jakarta, seharusnya atlet ini mendapatkan bantuan uang saku dari KONI Bangka tetapi hanya Atika sendiri yang tidak mendapatkan bantuan tersebut dengan alasan tidak jelas. Informasi yang saya dapatkan, alasannya hanya karena si atlet tidak bisa datang pertemuan ke rumah Ketua IPSI," jelasnya.

Budi mengharapkan kepada pengurus untuk bersikap seadil-adilnya kepada para atlet tanpa memandang siapa atletnya ataupun dari perguruan pencak silat manapun.

"Kita ini umat beragama, mari kita berbuat. Ini berbuat tidak, tapi justru malah menjegal dan mematikan karir orang," tegasnya.

Sementara itu Atika Putriani mengatakan bahwa hanya dirinya saja yang tidak mendapatkan uang saku pembinaan itu dari 6 atlet dan 1 pelatih. Padahal pihaknya tahu jika uang itu berasal dari KONI bukan dari IPSI.

"Saat itu saya tanyakan ke pelatih dan dijawab itu urusan Ketua IPSI. Setelah pulang dari Jakarta, bendahara dari KONI temui saya dan menanyakan uang saku itu, dipikirnya uang saku itu sudah saya ambil. Setelah saya tanyakan ke Sekretaris IPSI, kalau itu sudah dikembalikan ke KONI sesuai instruksi Ketua IPSI, dengan alasan saya tidak datang kerumah Ketua IPSI pada saat malam pertemuan. Dan setelah saya tanyakan ke KONI ternyata uang itu belum juga dikembalikan ke KONI," jelas Atika.

Ia menerangkan jika ketidak datangnya ke rumah ketua IPSI saat itu karen sedang pamit ke perguruan. Dan hal itulah yang menyebabkan laporan pertanggungjawaban ditutup dan uang dikembalikan ke KONI.

"Saya berharap dapat diberlakukan adil seperti atlet lainnya. Dan jika ada atlet yang salah mohon dijelaskan dan diberi pengertian, supaya kami ini dapat mengoreksi diri sendiri dan memperbaiki menjadi lebih baik," harapnya.

Selanjutnya Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan Amd, menginginkan agar kejadian ini segera diselesaikan, karena tidak ada masalah yang harus di besar-besarkan.

"Kalau memang ada hak yang harus disegerakan untuk atlet mohon segera untuk diselesaikan. Jadi tidak ada atlet yang merasa diperlakukan tidak sama dengan atlet lainnya. Dan kita tahu bahwa Atika Putriani ini adalah salah satu atlet binaan KONI Bangka yang prestasinya cukup menonjol untuk Babel," jelasnya.

Berkaitan dengan masalah yang menimpa Atika Putriani, ia berharap pengurus IPSI Bangka segera menyelesaikan permasalahan dengan atletnya. Selain itu, pihaknya menghimbau cukup besar kepada pengurus IPSI, agar tahun ini segera melakukan pembinaan.

"Saya lihat di akhir-akhir ini tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh IPSI Bangka, dan diharapkan juga adanya dukungan penuh dari pihak KONI. Mengenai permasalahan yang menimpa Atika Putriani, kami akan mengawal dan membantu kesulitan yang dialaminya. Agar mereka dapat konsen untuk latihan dan muaranya nanti mendapatkan prestasi untuk Kabupaten Bangka," imbuhnya.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bangka, Erlan menjelaskan jika permasalahan itu berawal dari sikap atlet (Atika Putriani red.) yang kurang disiplin.

"Atika merupakan atlet IPSI Bangka tetapi pada saat kami membutuhkannya seolah-olah kami tidak dihargai. Kami tidak butuh dihormati tapi butuh dihargai karena ini marwahnya organisasi," tukasnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review