Anggota DPRD Berharap Babel United dan Pemerintah Bersinergi Majukan Sepakbola Babel

kasmirudin
Anggota DPRD Berharap Babel United dan Pemerintah Bersinergi Majukan Sepakbola Babel
Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Aditya Riski Pradana Noer (kanan), meminta pemerintah daerah membantu perkembangan sepak bola Babel. (Foto: Andre)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Hadirnya tim sepak bola Babel United yang berlaga di Liga 2 2019, membuat dunia persepakbolaan di Bangka Belitung hidup lagi. Sebelumnya PS Bangka dan PS Timah Babel, juga berkompetisi di kasta kedua liga sepakbola Indonesia.

Selain itu ada PS Basel yang sempat berkompetisi di Liga 3 Nasional beberapa tahun lalu, serta Persibabar Bangka Barat yang tahun ini masih berjuang di Liga 3 Wilayah Sumatra, membuat Babel tidak bisa diremehkan untuk urusan sepakbola.

Namun dibalik cukup berprestasinya sepakbola di Babel, ada salah satu masalah yang luput yakni tidak adanya stadion yang memadai.

Hanya Stadion Depati Amir dengan segala keterbatasannya menjadi homebase tim-tim di Babel, untuk menyambut tim lawan yang bertandang ke Negeri Serumpun Sebalai.

Tak hanya angker bagi tim tamu, kondisi stadion stadion di Babel juga angker bagi tim Babel sendiri, mengingat rumput dan tanahnya yang tidak rata membuat para pemain rentan cedera.

Keluhan tentang buruknya kualitas stadion terus terdengar dari tim lawan yang bermain di Babel.

Padahal stadion merupakan salah satu faktor penunjang dalam prestasi sepakbola dan turut andil dalam membesarkan nama sepakbola.

Persoalan ini mendapat respon dari anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, Aditya Riski Pradana Noer.

“Sekarang kita punya tim Liga 2 yakni Babel United, saya lihat manajemennya yang serius dalam mengelola tim. Mulai dari memulangkan pemain lokal yang sudah lama berkiprah di daerah lain, hingga adanya bus tim sendiri,” ungkap Adit.

Menurutnya, keseriusan manajemen Babel United seharusnya direspon balik oleh pemerintah daerah, agar Babel United bisa mengharumkan nama Babel di tingkat nasional.

"Kalau bisa kita fasilitasi segala kebutuhan tim, mulai dari sarana latihan dan penunjang lainnya.Tanpa stadion dan fasilitas yang mumpuni, berat untuk Babel United atau klub manapun bisa survive di kancah sepakbola nasional," katanya.

Misalnya stadion, lanjutnya tim-tim besar pasti punya stadion yang juga menjadi ikon dari suatu daerah, misalnya Gelora Bung Tomo di Surabaya atau Aji Imbut Tenggarong Kutai Kartanegara.

"Babel punya potensi yang luar biasa untuk urusan bakat sepakbola, tinggal fasilitas yang harus disediakan. Misalnya, sarana latihan dan tentunya stadion,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menjadi tim sepakbola yang besar, stadion juga menjadi syarat penting. Jangan sampai sudah punya tim, kemudian tidak bisa berkompetisi hanya karena stadion yang tidak memenuhi standar liga.

“Mari kita sama-sama bantu dan dukung supaya spakbola Babel bisa berlaga di level tertinggi nasional, seperti yang pernah kita capai dulu. Karena kita berhak berada disana," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Andre
Editor   : Kasmir
Sumber  :Babelreview