Atraksi Barongsai Tampil Memukau di Tepi Pantai

Admin
Atraksi Barongsai Tampil Memukau di Tepi Pantai
foto:ichsan

SIJUK, BABEL REVIEW -- Suara tabuh gendang tambur menggema. Harmonisasinya dengan denting simbal, menciptakan alunan musik pengiring barongsai yang khas. Suaranya makin nyaring, terdengar ke mana-mana, barangkali karena terbawa angin pantai. Atraksi seni budaya tradisional Tionghoa ini biasanya memang lumrah dipertontonkan di tengah-tengah kota atau juga di kawasan pecinan. Tapi kali ini, liukan-liukan barongsai tersebut hadir di pinggir Pantai Tanjungkelayang. 

Tak tanggung-tanggung, acara ini berlevel internasional. Sejumlah perwakilan negara Asia berpartisipasi pada perlombaan yang bertajuk Belitung Cup Asiania Lion Dance Championship. China, Malaysia, Singapura, Kamboja, hingga Vietnam ikut ambil bagian pada event yang tahun lalu digelar di Thailand tersebut. Tahun ini, berkat dukungan penuh PLBSI (Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia), Belitung yang mewakili Indonesia untuk menjadi tuan rumah.

Pantai Tanjungkelayang dipilih sebagai venue atau lokasi acara karena daya tarik keindahan pantainya. Penyelenggaraan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan Belitung sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Belitung Cup Asiania Lion Dance Championship berlangsung dua hari yaitu pada 9 dan 10 November 2019. 

Lion Dance (tarian singa) atau lebih populer dengan sebutan barongsai di Indonesia memang selalu menarik untuk disaksikan. Atraksi barongsai yang juga merupakan salah satu jenis olahraga tradisional tersebut selalu cepat menarik penonton untuk menyaksikan dari dekat. Apalagi kala disajikan di kawasan wisata seperti Tanjungkelayang yang memang sudah ramai pengunjung. 

Para peserta barongsai yang berasal dari luar negeri berhasil menyita perhatian penonton yang hadir. Perwakilan dari Malaysia misalnya yang tampil memukau lewat penampilan apik tim Kuan Long. Dengan barongsai berwarna hitam, tim dari Selangor itu menyuguhkan atraksi barongsai berjalan melewati kursi kayu yang sedang tegak berdiri. Tidak hanya dari Malaysia, kontestan dari China, Vietnam, Kamboja, dan Singapura pun menyuguhkan atraksi yang menarik. Sementara itu tim barongsai Indonesia yang diwakili oleh sejumlah kelompok barongsai dari Bangka dan Belitung juga tak kalah kompetitifnya. 

Para wisatawan yang sedang menikmati Tanjungkelayang pun tampak antusias menyaksikan aksi para peserta barongsai. Decak kagum terlihat dari tepuk tangan penonton ketika gerakan-gerakan sulit barongsai ditampilkan. Sesekali mereka membidik handphone ke arah barongsai untuk mengabadikan momen menarik itu. 

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie juga tampak hadir di Belitung Cup Asiania Lion Dance Championship. Selain menyaksikan sejumlah penampilan barongsai, ia juga secara khusus menjamu para peserta untuk makan malam di pinggir pantai Tanjungkelayang, Sabtu (9/11). (BBR)

 

Tanjungkelayang sebagai Venue Favorit

 

SIJUK, BABEL REVIEW -- Gelaran Belitung Cup Asiania Lion Dance Championship terbilang sukses. Berlangsung pada tanggal 9 & 10 November, kejuaraan tingkat Asia tersebut mempertandingkan dua kategori yaitu nomor tradisional dan nomor tonggak.

Pemilihan venue acara ini terbilang menarik karena memilih pantai yang notabene jarang menjadi tempat penyelenggaraan acara barongsai. Tapi nyatanya, Tanjungkelayang justru punya daya tarik lebih dan membuat event tersebut menjadi lebih berkesan. Dengan menempatkan venue acara di dekat pantai, akan membuat peserta atau penonton dapat menikmati acara sembari merasakan nuansa pantai yang menyenangkan. 

Apalagi Tanjungkelayang punya semacam lobi yang serba guna. Hall ini selalu dijadikan pusat kegiatan berbagai event seperti Sail Indonesia, Festival Tanjungkelayang, dan yang lainnya. Di sebalah hall ini, ada halaman yang cukup luas yang langsung bersebelahan dengan bibir pantai. (BBR)