Babel Bangun Kampung HALAL

Admin
Babel Bangun Kampung HALAL
Mesjid kayu Tua TunuFoto:Reni

PANGKALPINANG, BABELREVIEW – Kampung Pangan Halal adalah program Pemprov Bangka Belitung terkait jaminan produk halal yang tertuang dalam undang-undang nomor 33 tahun 2014. Dalam undang-undang tersebut seluruh produk minuman, makanan yang beredar di Indonesia baik yang diproduksi di dalam maupun luar negeri harus memiliki sertifikasi halal.

“Saat ini MUI Babel sudah mensertifikasi sebanyak 1.200 produk di Bangka Belitung, seperti produk makanan dan minuman dan sertifikasi tersebut masih disubsidi oleh pemerintah daerah. Jadi 90 persen produk yang tersertifikasi itu atas bantuan pemerintah daerah melalui dana hibah melalui Dinas Koperasi UMKM,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangka Belitung Zayadi. Sertifikasi halal harus terus disosialisasikan dengan membangun kesadaran masyarakat serta pelaku usaha agar Bangka Belitung dapat menjadi destinasi pariwisata halal kelas dunia.

Untuk membangun kesadaran masyarakat, pemerintah daerah bersama MUI Babel membuat gebrakan dengan membuat program Kampung Pangan Halal yang bertujuan sebagai percontohan pentingnya pangan halal. Sebelumnya pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi program Kampung Pangan Halal di Pulau Belitung dan Pulau Bangka kepada kepala desa dan lurah. Diharapkan nanti disetiap kabupaten dan kota akan lahir Kampung Pangan Halal dengan kriteria dan teknis kehalalan yang diterapkan MUI.

baca juga:Tahun 2019, Kuliner di Babel Wajib Halal

Produk pangan olahan dalam kampung halal nantinya akan disertifikasi oleh LPPOM MUI Babel. Selanjutnya Kampung Pangan Halal bisa berlanjut menjadi kampung wisata halal hingga kampung syariah yang bisa menjadi objek wisata berkelas dunia. “Kita sudah melaksanakan sosialisasi dua kali di Tanjung Pandan dan di Pangkalpinang, nanti kita akan survey lagi kampung yang akan dijadikan percontohan.

 Kita sekarang masih mempelajari hasil yang kemarin dari beberapa desa yang siap, kalau ada beberapa desa yang menurut kita bisa menjadi kriteria untuk dijadikan Kampung Pangan Halal nanti akan ditindaklanjuti dengan kepala desanya,” ujarnya. Dikatakan Zayadi, sebagai tahap awal di tiap kabupaten dan kota akan didirikan satu Kampung Pangan Halal yang disitu semua makanan dan produk olahan sudah tersertifikasi halal semua.

Selain itu kepedulian dan pemahaman masyarakat terhadap halal juga tinggi. “Kita ingin tahap awalnya itu bahwa masyarakat di desa itu sadar betul akan makanan halal, diberikan pemahaman, apapun yang berkaitan dengan halal termasuk cara berdagang nanti kita akan beri pemahaman. Kemudian produk-produk yang ada di kampung itu akan disertifikasi jadi apapun yang keluar dari desa itu sudah tersertifikasi halal.

Jadi ketika ada orang ingin melihat Kampung Pangan Halal maka kita arahkan ke desa itu,” terangnya. Zayadi menjelaskan saat ini pemerintah daerah bersama MUI Babel sedang melakukan penyeleksian kampung yang akan dijadikan sebagai percontohan sesuai dengan kriteria yang telah dibangun.

baca juga:Ditanya Makanan Halal, Istri Gubernur Babel Nyatakan Produk Beredar di Babel Wajib Sertifikasi Halal

Kampung yang sesuai dengan harapan kriteria mendasar adalah dalam kampung tersebut usaha olahan pangan atau produk pangan lokal menggunakan bahan baku dan diolah sesuai dengan Syariah. “Itu yang kita ingin kejar targetnya, tapi yang penting adalah kita ingin membangun kesadaran masyarakat jadi ketika orang menyebut Kampung Pangan Halal orang akan tahu.

Masyarakat lebih bersyariat karena halal ini terkait dengan agama khususnya islam, jadi jangan sampai terjadi di kampung itu hal yang negatif,” ujarnya. Selanjutnya di Kampung Pangan Halal rencananya semua produk yang telah tersertifikasi akan dikumpulkan semua dan dibangun pusat kuliner halal untuk menunjang pariwisata berkonsep halal. “Jadi wisatawan yang berkunjung bisa mampir menikmati kuliner khas Bangka Belitung atau oleh-oleh yang semuanya sudah tersertifikasi halal,” ujarnya. Zayadi berharap dengan program Kampung Pangan Halal, Bangka Belitung akan selalu mendapat keberkahan dan mewujudkan pariwisata halal kelas dunia yang otomatis meningkatkan perekonomian masyarakat. (BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    : Sanjay
Sumber  :Babel Review