Bahas Permasalahan Bau Busuk, Komisi III DPRD Babel Sampaikan 5 Rekomendasi ke Perusahaan

diko subadya
Bahas Permasalahan Bau Busuk, Komisi III DPRD Babel Sampaikan 5 Rekomendasi ke Perusahaan
Foto Ist.

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Permasalahan bau busuk hasil dari pengelolaan limbah pabrik tapioka yang dirasakan masyarakat Desa Kenanga, terus jadi perhatian.

Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak perusahaan PT. Bangka Asindo Agri (BAA) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Babel serta Kabupaten Bangka terkait permasalahan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi mengungkapkan seperti yang disampaikan pihak perusahaan, bahwa permasalahan bau busuk sebanarnya tidak secara terus menerus, melainkan satu tahun sekali.

"Hal Ini juga diperkuat oleh laporan DLH kabupaten yang menegaskan kepada kami, bahwa mereka sudah melakukan pengawasan ketat," katanya, Selasa (3/12/2019).

Namun, tak dipungkiri masih ada beberapa rekomendasi yang diberikan DLH Kabupaten Bangka kepada perusahaan yang belum direalisasikan sampai sekarang.

"Memang ada hal-hal yang belum terlaksana oleh pihak perusahaan. contoh, sistem sirkulasi atau drainase limbah yang masih terbuka, maka jika pengendapan pasti keluar. Sehingga direkomendasikan menggunakan pipa, kemudian penambahan kolam, itu rekomendasi dari DLH, itu belum dilakukan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Babel, Agung Setiawan mendesak pihak perusahaan dan DLH, agar dapat segera menangani permasalahan tersebut. Supaya tidak terus menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Maka hasil rapat ini, kami akan merekomendasikan kepada Gubernur Babel, Erzaldi, yang pertama, jaminan bau ini harus mereka selesaikan hingga akhir Desember 2019. Kedua drainase yang mereka buat, itu harus tertutup. Rekomendasi yang ketiga, yakni, kekurangan volume air pada bak penampungan harus segera ditindaklanjuti melalui suplai dari PDAM atau pembuatan sumur bor dan ke empat, kapasitas produksi ini mereka tidak boleh melebihi 100 ton per hari. Terakhir adalah bio gas, ini mungkin mudah-mudahan difungsikan sehingga nantinya investasi di Provinsi Babel ini masih bisa berjalan terus," pungkasnya. (BBR)

 


Penulis : Diko 

Editor :  Kasmir

Sumber : Babel Review.