Bahek Ewaki KIni Perkerjakan 12 karyawan

Admin
Bahek Ewaki KIni Perkerjakan 12 karyawan
Foto:Faisal

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW -- Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah selama ini dikenal memiliki potensi pengembangan produk olahan hasil laut. Letaknya yang strategis di pesisir memudahkan para pelaku usaha dalam mendapatkan Salah seorang warga yang memanfaatkan potensi yang ada di daerah ini adalah Shaleha, seorang ibu rumah tangga yang mengembangkan usaha getas sebagai produk olahan hasil laut.

Shaleha mengatakan usahanya dimulai sejak tahun 2015 dengan merk Bahek Ewaki. Bahek adalah nama mendiang suaminya sementara Ewaki dalam bahasa Bugis berarti maju terus. “Usaha kami berada di Desa Kurau Barat dan sudah berumur 3 tahun lebih. Awal merintis kami belum banyak berinovasi, saat itu kami hanya membuat kemplang ikan saja dan hanya dikerjakan oleh saya dan anak saya.

Tapi sekarang kami sudah mempunyai banyak varian getas dan dibantu 12 orang karyawan,” ujar Shaleha. Menurut Shaleha, salah satu tujuannya dalam mengembangkan usaha ini adalah keinginan memperkenalkan makanan khas desanya, yakni getas Kurau.

Potensi pasar yang besar dan ketersediaan bahan baku yang melimpah menjadi alasan lain Shaleha menekuni usaha ini. “Usaha getas ini banyak peminatnya, selain untuk makanan dan cemilan seharihari, bisa juga untuk oleh-oleh. Sejak merintis sampai sekarang alhamdulillah getas dengan merk Bahek Ewaki sudah mulai dikenal.

Banyak orang dari berbagai daerah datang langsung ke rumah untuk membeli getas kami, ada yang untuk konsumsi sendiri dan oleh-oleh, ada juga untuk dijual kembali,” jelasnya. Pada hari biasa, Shaleha membutuhkan 30 kg daging ikan untuk berproduksi. Pada hari-hari besar ia menghabiskan lebih banyak bahan baku, bahkan bisa mencapai 50 kg per hari.

Keuntungan yang ia peroleh dari usaha ini juga terbilang sangat bagus. “Kalo kebutuhan bahan baku atau permintaan pesanan, berbeda saat hari biasa dan hari besar. Untuk hari biasa keutungan bisa mencapai Rp 15-20 juta/ bulan. Kalau hari besar keuntungan bisa sampai 2-3 kali lipat dari hari biasa,” kata Shaleha. Bahek Ewaki menawarkan empat varian produk kepada konsumennya, yakni getas ikan, getas cumi, getas kepiting, dan getas Berbagai varian produk ini dikemas dalam dua jenis ukuran yakni ukuran 2,5 ons dengan harga Rp 30 ribu dan ukuran 1 ons dengan harga Rp 10 ribu.

Seperti juga usaha lainnya, terkadang Shaleha juga menghadapi berbagai persoalan yang mengganggu kelancaran bisnisnya. Namun sejauh ini kendala tersebut masih dapat ia atasi. “Dalam usaha getas ini kendala yang sering kami hadapi mungkin faktor alam saja, seperti angin laut kencang dan gelombang yang tinggi sehingga menyebabkan pasokan bahan baku menjadi mahal serta cuaca yg sering hujan

seperti sekarang, karena bahan baku harus dijemur terlebih dahulu sebelum diolah,” jelasnya Shaleha berharari getas Bahek Ewaki dapat lebih berkembang dengan lebih pesat di masa mendatang dan bisa bersaing dengan produk-produk sejenis yang ada di Bangka Belitung.

“Saya berharap getas merk Bahek Ewaki nantinya bisa terkenal ke seluruh Indonesia sebagai makanan khas Desa Kurau yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung, tentunya dengan dukungan pemerintah dalam membantu pemasaran produk kami,” harapnya. (BBR)


Penulis  : Faisal                                     
Editor    : Sanjay
Sumber  :Babel Review