Bangka Barat Belum Mampu Jadi Kabupaten Layak Anak, Peran Bupati Dipertanyakan?

Admin
Bangka Barat Belum Mampu Jadi Kabupaten Layak Anak, Peran Bupati Dipertanyakan?
Foto:Buditio

BANGKABARAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Kabupaten Layak Anak selayaknya mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Namun sayangnya  Kabupaten Bangka Barat belum dapat memenuhi sebagai Kabupaten Layak Anak. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, perlindungan anak, Pencatatan sipil, dan Keluarga Berencana Propinsi Bangka Belitung, Dra Susanti MAP,dalam acara memperingati Hari Anak Nasional 2019 di gedung Graha Aparatur pemkab Bangka Barat, Kamis (05/09/2019).

Susanti mengatakan dalam penilaian kabupaten layak anak,  Kabupaten Bangka Barat memperoleh nilai 551,99, sedangkan untuk kabupaten layak anak nilai 900-1.000, jadi Bangka Barat belum meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak."Untuk mencapai kabupaten layak anak harus dimulai dari desa/kelurahan dan kecamatan, kita apresiasi adanya Deklarasi Kecamatan,  Kelurahan serta desa layak anak, "ujarnya

Menurut  Susanti ada beberapa penilaian yang menyebabkan kabupaten/kota tidak mendapatkan sebagai Layak anak,  seperti ditemukan masih adanya orang tua yang membawa anaknya berkendaraan tidak memakai helm,  anak dibawah umur menggunakan kendaraan sendiri, kekerasan terhadap anak,  penggunaan gedget anak,  dan masih banyak lagi.

Susanti mengatakan peran kepala daerah (Bupati)  sangat penting untuk mewujudkan kabupaten layak anak.

"Peran Kepala Daerah atau Bupati disini sangatlah penting. Komitmen Bupati serta instruksinya kepada setiap OPD akan dijalankan,  untuk mewujudkan daerahnya sebagai Kabupaten Layak Anak "katanya.

Menurut Susanti peran orang tua dan seluruh stekholder juga  sangat dibutuhkan."Peran serta keluarga, orang tua, seluruh stekholder,  dan juga pers sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kabupaten layak anak, " tukasnya.

Acara peringatan Hari Anak Nasional kali ini diikuti oleh ratusan anak yang merupakan perwakilan dari Kecamatan dan Kelurahan/desa di Bangka Barat untuk mendeklarasikan sebagai kecamatan dan kelurahan/desa layak anak.  Deklarasi disaksikan oleh Forkopimda serta pejabat yang ada di lingkungan pemkab Bangka Barat. (buditio/BBR)


Penulis  : Buditio
Editor    :Ahada
Sumber : Babel Review