Berawal Obrolan Minum Kopi Pak Wo Cerudik Lahir Menjaga Bahasa Bangka

Admin
Berawal Obrolan Minum Kopi Pak Wo Cerudik Lahir Menjaga Bahasa Bangka
Foto: Reni

PAK WO Cerudik berawal dari obrolan warung kopi. Karena sering kumpul minum kopi bareng dan bekelakar dalam bahasa Bangka, maka pertemanan antara Anak Pertama --yang dalam bahasa Bangka biasa disebut Pak Wo-- tersebut merasa perlu membuat kegiatan, yang bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah.

Pasalnya para Pak Wo ini melihat fenomena sekarang, dimana generasi muda Bangka sudah banyak yang tidak paham dan mengerti Bahasa Bangka. “Karena sering kumpul, maka kita berdiskusi apa yang bisa kita perbuat untuk pulau Bangka tercinta ini.

Beberapa anjuran dari kawan agar Pak Wo Cerudik yang sudah dirintis beberapa tahun lalu, dikembangkan menjadi satu tulisan buku yang dibuat dalam konten lokal bahasa Bangka, yang telah terbit satu judul Buku komik animasi KISAH BULEK UKAN 1 (begagit ala orang bangka), “ ujar Sumaidi alias Pak Wo, inisiator Pak Wo Cerudik.

Pak Wo Cerudik ini sudah eksis mulai 2013, yang bermula dari sosial media facebook. Konten dari Pak Wo cerudik ini  berisikan cerita-cerita lucu berkonten bahasa lokal Bangka. “Sangat jarang sekali saya temui orang yang konsisten tetap menggunakan bahasa bangka, dan harusnya kita bangga terhadap bahasa daerah kita sendiri,” ucap Pak Wo.

Pak Wo ingin dengan adanya acara Pak Wo Cerudik  ini para pemuda yang ikut lomba, akan membuat mental mereka diuji tampil di depan umum menggunakan Bahasa Bangka dengan membawa Kebudayaan Bangka.

Komunitas yang beranggotakan 30 orang ini berharap kepada masyarakat Bangka, bahwa ini adalah wadah dimana masih banyak anak-anak muda lainnya yang ingin berekspresi dan sulit menyalurkan bakat mereka. Pak Wo berharap  dengan adanya komunitas Pak Wo Cerudik ini, maka generasi muda  bisa menyalurkan bakat masing- masing.

Komunitas ini mencakup tiga bidang edukasi yaitu bidang Kebudayaan, Pendidikan dan Kemanusiaan. Sedangkan perlombaan ini termasuk bernilai edukasi Pendidikan dan Kebudayaan. “Kita berharap kegiatan ini dapat mengurangi sedikit angka kenakalan remaja di Babel khususnya,” tukas Pak Wo selaku Ketua Komunitas Pak Wo Cerudik Pangkalpinang Bangka.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bagian dari rencana Pak Wo Cerudik untuk mengembangkan Seni Budaya Babel lebih keluar lagi, sehingga secara tidak langsung turut membantu mandatangkan wisatawan ke daerah Babel.

Lewat buku yang dibuat melalui perjalanan panjang tersebut, Pak Wo berhasil menerbitkan edisi kedua KISAH BULEK UKAN 2. “Kita harapkan tidak hanya sampai dibuku ini saja, kita bercita-cita agar dapat berkembang lebih luas lagi “ harap Pak Wo.

Pak Wo menambahkan, kedepan pihaknya akan bersinergi dan mengajak elemen masyarakat yang memiliki keperdulian terhadap pelestarian bahasa Bangka, mau mendukung dan bekerjsama dengan komunitas Pak Wo Cerudik. “Saya berharap kepada pihak-pihak yang terkait agar tetap mendukung dan bekerjasama dengan Komunitas Pak Wo Cerudik dan tetap bisa bersinergi dalam mempertahankan budaya Babel, yang kedepannya akan ada rencana-rencana lain dengan variasi ide lainnya,”pungkas Pak Wo.

Pada Minggu (25/3/2018) lalu,  bertempat di Taman Sari Pangkalpinang,

komunitas Pak Wo Cerudik bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang menggelar Lomba Kelakar Bangka. Lomba ini diikuti oleh seluruh siswa perwakilan SMA dan SMK se Pulau Bangka.

Acara yang dihadiri puluhan undangan ini, membantu pelaksanaan acara seperti Kelakar Bangka (yang diinginkan tampil seperti group Stand Up Komedi), swafoto (umum), Menulis Kisah Begagit, Menggambar Kisah Begagit, menggambar karikatur tokoh.

Komunitas Pak Wo Cerudik yg beranggotakan para anak pertama dibangka ini mengadakan acara ini bertujuan untuk melestarikan bahasa Bangka agar masyarakat bangka lebih cinta terhadap bahasa daerahnya sendiri.

“Jika diperhatikan dari hari kehari pemakaian bahasa daerah kita mulai berkurang dengan masuknya bahasa bahasa lain dari luar bangka, yang dikhawatirkan bahasa kita menjadi tamu didaerah sendiri,” tutur Pak Wo. (BBR)


Penulis :Kasmir
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview