Berpetualang Ke Rumah Arang

Admin
Berpetualang Ke Rumah Arang
Foto:Ichsan Husein

SIJUK, BABEL REVIEW -Sesungguhnya masih banyak tempat-tempat potensial di Belitung yang bisa dikembangkan menjadi lokasi tujuan wisata. Tinggal kemudian bagaimana mengemasnya menjadi lebih menarik. Satu di antaranya adalah keberadaan rumah arang di Desa Sungai Padang.

Rumah arang merupakan bangunan yang dulunya digunakan untuk memproduksi arang. Bangunan tua tersebut sudah lama tidak digunakan, sehingga keadaan di sekitarnya ditumbuhi banyak ilalang. Secara keseluruhan ada enam bangunan rumah arang di lokasi yang tak jauh dari Sungai Padang itu.

Empat di antaranya masih dalam kondisi yang utuh, sementara dua sisanya terlihat runtuh. Rumah arang menjadi spot yang menarik karena bentuknya yang unik. Ia berbentuk bulat menyerupai dome. Melihatnya juga membuat kita teringat rumah tradisional orang Eskimo yaitu Igloo. Ia tersusun rapi, tiga diantaranya benar-benar tak jauh dari tepi sungai.

Dengan bentuk unik seperti itu, beberapa orang sengaja datang ke rumah arang untuk dijadikan obyek foto. Berfoto dengan latar belakang deretan bangunan bulat itu, dikelilingi ilalang-ilalang, membuatnya menjadi spot yang instagramable. Jika sedang menuju Pantai Batu Bedil, mampirlah ke rumah arang karena aksesnya tak begitu jauh dari kawasan yang juga sedang dikembangkan menjadi geosite tersebut.

Ada dua cara untuk mencapai lokasi rumah arang. Pertama, sesampainya Anda di Desa Sungai Padang (sekitar 50 menit dari Kota Tanjungpandan), Anda mengambil rute menuju Pantai Batu Bedil. Beruntungnya sudah ada plang penunjuk arah bertuliskan Geosite Batu Bedil yang terpasang pada pertigaan tak jauh setelah Anda melewati Jembatan Sungai Padang.

Setelah melewati jalanan desa sejauh kurang-lebih 500 meter, rute berikutnya yang akan dilalui adalah jalanan kecil membelah hutan. Hanya kendaraan roda dua yang bisa tetap melalui jalan ini. Jika Anda membawa kendaraan roda empat, maka Anda akan berhenti di rumah warga untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih 10 sampai 15 menit.

Jika takut salah jalan (nyasar), cobalah bertanya pada warga setempat dan dengan senang hati mereka akan menunjukkan atau bahkan mengantar Anda ke lokasi rumah arang. Beruntung saat mengunjungi lokasi tersebut, Babel Review ditemani oleh Raka dan Rafli, dua orang anak yang memang tinggal di Desa Sungai Padang.

Bersama teman-temannya, Raka dan Rafli sering bermain hingga ke area bangunan rumah arang. “Biasa main ke sini naek sepeda juga, Bang” kata Rafli yang saat ini berstatus siswa kelas 1 di SMPN 4 Sijuk. Menurut Rafli, cara lain untuk mencapai rumah arang adalah dengan menaiki perahu nelayan dari Jembatan Sungai Padang.

 Rute ini biasa digunakan warga setempat karena dianggap lebih dekat, karena memang letak bangunan rumah arang yang persis di tepi sungai. Tentu tidak ada perahu yang khusus disewakan bagi umum. Jadi jika ingin melalui rute ini Anda perlu mengkonfirmasikannya dengan warga di sana. Memang butuh sedikit “perjuangan” untuk sampai ke lokasi rumah arang, namun seberat apapun itu, bukankah di situlah serunya berpetualang? (BBR)


Penulis  : Ichsan
Editor    : Sanjay
Sumber : Babel Review