BI Babel: November akan Terjadi Tekanan Inflasi Pada Kelompok Bahan Makanan

kasmirudin
BI Babel: November akan Terjadi Tekanan Inflasi Pada Kelompok Bahan Makanan
Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung. (Foto: Fierly)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung memperkirakan pada November 2019, Bangka Belitung akan mengalami tekanan inflasi yang meningkat pada kelompok bahan makanan.

Beberapa komoditas bahan makanan yang diperkirakan akan mengalami inflasi, seiring dengan berkurangnya pasokan bahan makanan, antara lain adalah daging ayam ras dan bawang merah. Hal ini merupakan dampak berkurangnya pasokan, karena dimulainya musim tanam beberapa komoditas strategis seperti bawang merah.

“Melihat kondisi tersebut, diperkirakan inflasi Bangka Belitung masih dalam rentang inflasi yang diharapkan yaitu sebesar 3,5 persen ± 1 persen (yoy). Namun, cenderung bias ke atas dari batas tengah,” jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Bangka Belitung Tantan Herioka dalam rilisnya, Kamis (7/11/2019).

Dikatakan Tantan, dalam rangka meningkatkan efektifitas pengendalian inflasi, upaya peningkatan ketersediaan pangan harus terus dilakukan mengingat pada November telah memasuki musim hujan dan akan berpengaruh pada produksi ikan.

Selain itu beberapa upaya lain juga harus dilakukan, antara lain perlunya program dalam pengendalian harga ikan. Perlunya monitoring terhadap ketersediaan komoditas sayur-sayuran selama musim kemarau. Perlu sinergi program yang era tantara Provinsi Babel bersama TPID Pangkalpinang dan Tanjungpandan. Mengadakan kajian potensi BUMD Pangan untuk menjembatani pedagang lokal dan daerah penghasil. Penyebaran informasi pasar murah yang lebih massif dan terencana. Menjaga harmonisasi sinergi yang era tantara TPID dan Satgas Pangan Provinsi Babel.

Sebelumnya pada Oktober 2019, Babel mengalami inflasi sebesar 0,01 persen (mtm). Secara tahunan Bangka Belitung mengalami inflasi sebesar 4,28 persen (yoy) dengan inflasi tahun kalender sebesar 2,88 persen (ytd).

Secara umum, kelompok bahan makanan tercatat mengalami inflasi pada bulan Oktober 2019 sebesar 0,14 (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen. Secara tahunan inflasi bahan makanan tercatat cukup tinggi yaitu sebesar 6,17 persen (yoy).

Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh inflasi pada komoditas ikan-ikanan. Ikan cumi-cumi merupakan penyumbang andil inflasi terbesar yaitu 0,099 persen. Ikan tongkol, ikan kerisi dan udang basah turut menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,088 persen, 0,042 persen dan 0,019 persen. (BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review