Bocah 14 Tahun Melahirkan Bayi Perempuan, KPAD Babel Minta Polisi Usut Tuntas

kasmirudin
Bocah 14 Tahun Melahirkan Bayi Perempuan, KPAD Babel Minta Polisi Usut Tuntas
Sekretaris KPAD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Try Murtini SPd, didampingi Komisioner Pendidikan dan Anak KPAD Provinsi Babel, Kamin, saat mengunjungi kediaman Bunga. (Foto: KPAD Babel)

PANGKALPINANG, BABELREBIEW.CO.ID -- Sebut saja Bunga. Anak Baru Gede alias ABG ini, terpaksa harus mengubur masa remaja yang indah. Pasalnya, di usia yang baru saja 14 tahun ini, Bunga sudah harus mengurusi anaknya.

Bunga baru saja melahirkan seorang bayi perempuan dengan berat 2,5 kg dan panjang 46 cm serta lingkar kepala 33 cm. Kini di usia yang muda belia, Bunga sudah dipanggil Mama. Masa remaja yang seharusnya masih panjang membentang, terpaksa Bunga tinggalkan. Karena  sebagai Ibu, tentu dirinya juga harus merawar si buah hatinya.

"Kami baru saja melihat seorang anak yang sudah melahirkan seorang bayi. Alhamdulillah bayinya sehat. Kami sangat prihatin terhadap kondisi yang dialami Bunga ini, karena di usianya yang masih anak-anak ini sudah memiliki dan harus merawat bayi buah hatinya sendiri," ujar Sekretaris KPAD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Try Murtini SPd, didampingi Kamin, yang juga Komisioner Pendidikan dan Anak KPAD Provinsi Babel.

Saat ini, kata Try, status Bunga masih pelajar di salah satu SMP di Kota Pangkal Pinang. Diduga nasib yang menimpa Bunga ini hasil perbuatan terlarang pelaku yang juga masih berstatus pelajar di SMP di Kota Pangkal Pinang.

"Sebagai rasa simpati, kami ingin memberikan semangat kepada Bunga. Saat ini komdisi Bunga masih sedih, selalu meneteskan air matanya setiap bertemu dengan siapapun yang melihat kondisi dirinya dan anaknya," ucap Try Murtini, yang sembari menghapus air mata yang tak kuasa ia tahan.

Sementara itu, Ketua KPAD Provinsi Babel Sapta Qodria M SH saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga Bunga dan pihak serta instansi terkait lainnya, yang berhubungan dengan persoalan Bunga ini.

"Kejadian tersebut  sudah dilaporkan sejak usia kehamilan 8 bulan. Dan kami sudah memanggil baik pengadu maupun yang  diadukan. Tetapi tidak ada kesepakatan dari pihak yang diadukan tetap bersikeras, bahwa perbuatan ini bukan perbuatan anaknya dan orang tua dari anaknya malahan mau tes DNA," ujar Sapta.

Sedangkan pihak pengadu, kata Sapta, mengaku tidak ada pelaku lain. Untuk itu KPAD Provinsi Babel akan merekomendasi, agar kasus ini dapat diproses lebih lanjut. 

"Apalagi kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian Polresta Pangkal Pinang dengan Laporan polisi LP/B-226/Vll/2019/SPKT/RES Pangkal Pinang tanggal 12 Juli 2019, tentang dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Kita berharap kasus ini segera selesai. Kasihan dengan Bunga dan bayinya," terang Sapta. (BBR)


Penulis  : Ahada
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review