BPBD Bersama Komunitas Babel Peduli akan Gotong-Royong Bersihkan Lingkungan di Daerah Rawan Banjir

kasmirudin
BPBD Bersama Komunitas Babel Peduli akan Gotong-Royong Bersihkan Lingkungan di Daerah Rawan Banjir
Banjir yang melanda Kota Pangkalpinang setiap hujan lebat. (Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Hujan deras di sejumlah daerah di Bangka Belitung pada awal pekan ini membuat beberapa daerah tergenang, khususnya di Kota Pangkalpinang. Masyarakat pun perlu melakukan upaya untuk mencegah terjadinya banjir, dengan gotong-royong membersihkan lingkungan terutama saluran air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung, Mikron Antariksa mengungkapkan, beberapa daerah di Kota Pangkalpinang yang tergenang air pada Senin (4/11/2019) lalu menandakan bahwa kesadaran terhadap masalah lingkungan masih rendah.

“Hujan selama 3 jam sudah tergenang air di berbagai wilayah di Bangka Belitung terutama Kota Pangkalpinang. Ini menandakan kita belum sadar terhadap masalah lingkungan. Bisa jadi tergenangnya air disebabkan menumpuknya sampah sampai ke drainase yang sempit, belum lagi pasangnya air laut. Sehingga air susah surut ke laut,” ungkapnya.

Rencananya BPBD Babel bersama Komunitas Babel Peduli secara masif akan melakukan kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan dan saluran air pada 22 November 2019 mendatang di Kota Pangkalpinang terutama di kawasan Sungai Rangkui.

Selain itu, BPBD Babel dan Komunitas Babel Peduli juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya anak-anak, untuk mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui cara yang menyenangkan dan mudah diterima anak-anak, seperti mendongeng.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat usia dini anak SD dan TK kita padukan dengan Kampung Dongeng. Sebenarnya yang paling efektif itu adalah ketika anak-anak menegur orang tuanya buang sampah sembarangan, itu lebih memalukan buat yang sudah dewasa bila masih buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Mengenai persiapan selama musim penghujan, Mikron menjalaskan bahwa pihaknya telah siap dari sisi tenaga 24 jam, peralatan, perlengkapan dan anggaran.

“Anggaran ini kan di akhir tahun dan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota sudah menyiapkan dana siap pakai jika terjadi bencana. Jadi intinya kalau risikonya besar kita siap menanggulanginya,” tutup Mikron. (BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review