BPPT Bantu Petani Lada Bangka

Admin
BPPT Bantu Petani Lada Bangka
Foto:Ibnu

BABELREVIEW – Untuk meningkatkan kwalitas dan kwantitas lada yang bagus, Pemerintah Kabupaten Bangka terus melakukan terobosan baru, dengan menggunakan bibit Ex Vitro untuk tanaman lada, supaya dapat tumbuh dengan baik dan hasilnya banyak.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Subhan, mengatakan bahwa pengembangan bibit lada dengan teknologi Ex Vitro, dinilai sangat menguntungkan bagi petani lada. Karena  hasilnya akan unggul dan tahan terhadap penyakit.

" Setelah dilakukan penelitian pada tahun 2015 oleh Badan Pengajian Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong, ternyata pengembangbiakkan tanaman lada bisa menggunakan sitem ex Vitro. Maka, pada tahun 2016 Dinas Pertanian Kabupaten Bangka bersama petani melakukan kegiatan penanaman tanaman lada dengan bibit Ex vitro.

Di tahun ini sudah ada yang panen, dengan sistem tersebut, hasilnya cukup sukses dan memuaskan," terang Subhan. Tahun 2017 lalu dapat bantuan bibit lada sebanyak 250 ribu dan tahun 2018 ini dapat 350 ribu bibit,  yang sudah dibagikan kepada petani.

Selain itu juga  dilakukan pembinaan dari Dinas Pertanian dan BPPT sekaligus diadakan pengamatan dan pengawasan secara berkala untuk melihat perkembangan di lapangan. "Sambutan petani lada  terkait pengembangan Ex Vitro sampai saat ini sangat bagus.

Karena  kami bersama BPPT selain memberikan bibit lada secara gratis, juga memberikan pelatihan bagi para petani yang mempunyai bakat untuk pengembangan bibit ex vitro,"  terangnya. Subhan menjelaskan, kondisi petani lada saat ini bisa dikatakan semangatnya berkurang.

Alasan utama adalah harga lada yang murah dan kedua banyak terkena penyakit. Tetapi kami terus memberikan semangat, dengan cara lada dijadikan simpanan tahunan,  asalkan benar cara penyimpanannya. Apalagi saat ini ada program resi gudang  dari gubernur  Babel.

jadi lebih aman dalam penyimpanan. "Kami berharap kepada  bupati terpilih nantinya dapat meneruskan program yang sudah berjalan ini, karena pondasinya sudah kita bangun. Sehingga  nantinya dapat sempurna. Semua  ini kita lakukan semata mata untuk kesejahteraan masyarakat," harapnya .

Sebelumnya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Bioteknologi BPPT bermitra dengan Komisi VII DPR RI menyelenggarakan kegiatan diseminasi teknologi di Hotel Citra Sungailiat, Jumat (13/07/2018) lalu.

Diseminasi teknologi dengan tema "Perbanyakan Tanaman Lada Secara Ex Vitro" ini adalah hasil kajian dari perekayasa BPPT di daerah-daerah di Indonesia, untuk mendorong kemandirian dan peningkatan ekonomi petani.

Teknologi ex Vitro adalah teknologi perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan bagian tanaman yang pertumbuhannya cepat (juvenile) dan menggunakan formula nutrisi tertentu. Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Soni Solistia Wirawan mengatakan, lada Bangka sudah dikenal masyarakat luas termasuk masyarakat global.

Maka pelatihan perbanyakan tanaman lada sangat perlu dilakukan. Soni menjelaskan, untuk meningkatkan produktivitas dan ketersediaan benih lada yang cukup dengan kualitas baik menjadi salah satu faktor utama yang harus terpenuhi.

Maka dari itu BPPT dengan dukungan Komisi VII DPR RI, terus berkomitmen melakukan inovasi dan layanan teknologi untuk masyarakat. "Berharap melalui kegiatan ini, inovasi teknologi hasil pengembangan perekayasa Balai Bioteknologi BPPT dapat diterapkan berkelanjutan oleh petani di Kabupaten Bangka. Dan dapat meningkatkan produktivitas menuju petani sejahtera," harapnya. Anggota Komisi VII DPR RI, Melda Addriani mengatakan kerja sama yang dilakukan DPR RI dengan BPPT ini untuk mengembalikan kejayaan lada di Babel.

Kegiatan ini bertujuan, agar para  petani lada dapat membudidayakannya tanaman lada secara ex vitro. "Saya berharap dengan adanya bibit ex Vitro ini dapat membuat bibit lada yang tahan penyakit kuning dan hasilnya tidak kalah dengan bibit lada lainnya," ujarnya.

Selain memberikan pelatihan teknis materi dan praktek, pihak BPPT juga memberikan bantuan 100 paket yang terdiri dari 100 buah produk formulai ex vitro yang terdiri dari 100 Bioroot, 100 Biopex, 100  Nutrisi A, 100 Nutrisi B, Technofert dan bibit tanaman lada sebanyak 1.000 pohon.  (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor   :  Sanjay
Sumber  :Babelreview