Cadangan Timah Menipis, UMKM Jadi Solusi Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung

kasmirudin
Cadangan Timah Menipis, UMKM Jadi Solusi Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung
Miranti Angelia (Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Bangka Belitung)

BANGKA BELITUNG merupakan daerah potensial di bidang pertambangan timah. Sumber penghasilan masyarakatnya bergantung pada tambang timah, perkebunan lada, karet, dan sawit. Namun timah yang digembar-gemborkan sebagai tumpuan pertumbuhan ekonomi, pada akhirnya ketika SDA tersebut habis akan berdampak pada permasalahan panjang dan berkelanjutan.

Hal ini mulai dirasakan sekarang, yang mana tambang timah semakin bergeser ke perairan. Karena  cadangan di daratan sudah mulai habis. Untuk itu masyarakat Babel tidak harus bergantung pada sektor timah yang sewaktu-waktu bisa habis dan tidak dapat diperbaharui. Karenanya masyarakat harus terpacu kreativitas individualnya untuk menjalankan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor UMKM bisa menjadi kekuatan pengembangan ekonomi Bangka Belitung  yang sekarang melemah terkena dampak butterfly ekonomi pascatimah.

Sektor UMKM diperkirakan menyumbang 50 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan sekitar 10 persen untuk ekspor. Data BPS tahun 2014 menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi besar dalam memberikan kesempatan kerja sebesar 96,99 persen dan dalam bentuk penambahan devisa sebesar Rp 27,700 miliar.

Terbangunnya ekonomi kreatif di berbagai kalangan masyarakat yang bergerak di tingkat usaha, baik usaha skala kecil, menengah maupun skala besar. UMKM dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru yang pastinya akan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan angka kesejahteraan masyarakat.

Provinsi Bangka Belitung menyimpan banyak potensi besar. Namun, saat ini pembangunan ekonomi belum dikembangkan sesuai dengan kondisi struktur ekonomi provinsi yang didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan. Pertanian dan perkebunan ini dapat dikembangkan menjadi tumpuan perekonomian Babel melalui UMKM. Memang, di satu sisi usaha ini tidak dapat dikembangkan dengan mudah, tapi melalui proses bertahap dan berkesinambungan, masyarakat Babel melalui UMKM dapat berkembang dan mampu mendorong perekonomian Provinsi Bangka Belitung secara umum menjadi lebih baik.

Saat ini, di era serba digitalisasi menjadi tantangan sekaligus peluang yang besar bagi UMKM. Bila UMKM yang ada di Babel dapat dikembangkan dengan baik, maka hal ini dapat menjadikan UMKM sebagai solusi dari masalah perekonomian yang ada di Babel. (BBR)


Penulis : Miranti Angelia (Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Bangka Belitung)

Editor   : Kasmir

Sumber : Babel Review