Cara mengatasi “Burn Out” Diperkuliahan

kasmirudin
Cara mengatasi “Burn Out” Diperkuliahan
Dewi Megawati (Mahasiswi Jurusan Akuntansi UBB)

BURNOUT adalah istilah psikologi yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan, akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan secara fisik dan emosional akibat ekspektasi dan kenyataan di posisinya tidak berjalan sesuai yang dibayangkan.

Stres berkepanjangan akibat masalah perkuliahan juga terjadi ketika Anda merasa kewalahan dengan tugas dosen yang terus-menerus datang. Namun, Anda tak dapat memenuhinya.Ketika kondisi ini terus terjadi dan dibiarkan, biasanya Anda mulai kehilangan minat pada perkuliahan tersebut dan tak lagi menemukan motivasi untuk terus melakukannya. Produktivitas belajar pun jadi menurun.

Dunia perguruan tinggi menuntut usaha yang lebih signifikan dari para mahasiswanya daripada ketika masih bersekolah di jenjang pendidikan dasar, menengah dan atas. Sekali Anda memasuki perguruan tinggi, mungkin Anda akan menyadari bahwa para pengajar  lebih menuntut, pelajaran yang lebih sulit dan Anda juga diharapkan untuk bersikap lebih mandiri. Standar akademik yang tinggi dan apa yang dituntut dari setiap mahasiswa juga akan lebih jelas daripada ketika masih di bangku sekolah.

Sebagai akibat dari tuntutan – tuntutan baru ini, sudah umum bagi para siswa perguruan tinggi untuk mengalami tingkatan stres yang lebih tinggi terkait dengan kondisi akademis mereka. Banyak siswa yang mendapati bahwa diri mereka harus mengembangkan keahlian baru untuk menyeimbangkan tuntutan akademis dengan mempertahankan gaya hidup sehat. Belum lagi tuntutan untuk lebih mandiri dan melakukan segala sesuatunya sendirian, dan mulai memasuki dunia orang dewasa, yang dapat membuat para mahasiswa baru kewalahan dengan segala perubahan.

Pada umumnya burnout terjadi dikarenakan ketidaksesuaian pada perkuliahan tersebut, misalnya mahasiswa tersebut tidak memiliki passion di bidang tersebut dan tidak mengerti pada bidang tersebut. Contohnya sebut saja D (20) ia mahasiswi salah satu universitas negeri ia mendaftar pada universitas tersebut melalui jalur SNMPTN jurusan akuntansi,  namun salahnya pada saat memilih jurusan tersebut ia tidak mengerti dan akhirnya memilih jurusan yang salah. Pada saat SMA dia memilih jurusan IPA dan sangat berbanding terbalik dengan jurusan pada perkuliahan saat ini.

 
Sebenarnya ada cara yang bisa kamu lakukan supaya enggak burnout gara-gara urusan kuliah. Dilansir The Conversation, berikut lima caranya.

Ingat tujuan awal kuliah

Cara pertama untuk menghindari burnout adalah ingat kembali alasan kamu mau kuliah. Cari motivasi dan skill yang ingin kamu kembangkan dari dirimu ketika belajar di kampus. Cari juga pengalaman apa yang ingin kamu dapat selama berkuliah.

Cari tahu mata kuliah yang akan kamu pelajari

Biasanya di awal pertemuan, dosen akan memberikan silabus materi selama satu semester ke depan. Nah, dari silabus itu, kamu bisa melakukan perencanaan materi apa aja yang bakal kamu pelajari. Membuat perencanaan bisa membantu kamu untuk menjalani aktivitas dengan lebih mudah.

Cicil tugas dan belajar

Kadang, nyicil belajar atau bikin tugas itu emang mager banget. Belum lagi, banyak godaan yang datang. Tapi, jangan terlena sama godaannya, ya. Ingat, kamu mau selesai kuliah dengan cepat, kan? Makanya, fokus belajar, yuk!

Liburan

Manfaatkan setiap waktu luang yang ada untuk refreshing. Otak butuh istirahat. Enggak perlu pergi liburan sampai ke luar negeri, kok. Cari tempat wisata di sekitar kampus aja. Jangan panik mari piknik, gaes.

Ingat 'hadiah' setelah lulus kuliah

Diingat terus aja, kalau setelah lulus kuliah nanti, ada masa depan cerah yang menantimu. Apalagi kalau kamu enggak main-main selama menjadi mahasiswa. Disiplin selama kuliah bisa jadi modal yang baik untuk mendapatkan pekerjaan, dan siapa tahu nih, dapat gaji yang lebih baik. (BBR)


Penulis   : Dewi Megawati (Mahasiswi Jurusan Akuntansi UBB)   
Editor    :  Kasmir
Sumber :  Babelreview