Danramil 413-06/Sungailiat Siap Dukung Program Pencegahan Penyakit Kaki Gajah

kasmirudin
Danramil 413-06/Sungailiat Siap Dukung Program Pencegahan Penyakit Kaki Gajah
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mengunjungi Kantor Danramil 413-06/Sungailiat, untuk sosialisasi dan membagikan obat dalam pencegahan penyakit kaki gajah, Jum'at (11/10/2019). (Foto: Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Dalam rangka untuk sosialisasi dan membagikan obat dalam pencegahan penyakit kaki gajah, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mengunjungi Kantor Danramil 413-06/Sungailiat, Jum'at (11/10/2019).

Danramil 413-06/Sungailiat, Mayor Arh Daniel B Gala yang didampingi oleh ibu-ibu persatuan istri (Persit) Angkatan Darat, secara langsung menerima kunjungan dari tim Dinkes Kabupaten Bangka.

Pada kesempatan tersebut ia mengatakan, jika Koramil yang terdiri dari anggota dan keluarga anggota akan selalu mendukung program kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.

"Karena yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan ini merupakan program nasional dari Kementerian Kesehatan untuk kepentingan kesehatan masyarakat, maka kami akan dukung sepenuhnya," tegasnya.

Sementara itu, menurut ketua tim dari Dinas Kesehatan dr. Amanda Friska Rismayati bahwa sosialisasi penyakit kaki gajah adalah program dari Kemenkes RI yang dicanangkan selama 30 hari di bulan Oktober 2019.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan sosialisasi dan membagikan obat dalam rangka melakukan pencegahan penyakit kaki gajah. Mudah-mudahan kegiatan yang kita lakukan ini dapat menuntaskan penyakit kaki gajah yang ada di masyarakat," harapnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, pihak Dinkes juga sekaligus menganjurkan kepada anggota Koramil 413-06/Sungailiat beserta ibu-ibu Persit untuk meminum 3 macam obat kaki gajah.

Lebih lanjut, Dr. Aditia menyampaikan bahwa tidak perlu merasa khawatir meminum obat tersebut, karena obat kaki gajah intinya sama dengan obat cacing.

"Karena penyebab penyakit kaki gajah adalah sejenis cacing parasit  dalam tubuh manusia. Namun apabila dalam 6 bulan terakhir sudah pernah meminum obat tersebut, tidak boleh lagi meminumnya," tutupnya. (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review