Desa Lubuk Lingkuk, Surganya Madu Kelulut

kasmirudin
Desa Lubuk Lingkuk, Surganya Madu Kelulut
Kepala Desa Lubuk Lingkuk, Khozi menunjukkan madu kelulut yang sudah dikemas dalam botol. (Foto: Faisal)

LUBUK LINGKUK, BABELREVIEW.CO.ID -- Lebah kelulut merupakan salah satu lebah alam yang mampu menghasilkan madu dan produk turunan lain yang cukup potensial untuk dikembangkan. Potensi  ekonomis itulah yang sekarang sedang dikembangkan oleh Desa Lubuk Lingkuk, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah.

Dikelola oleh kelompok tani (Poktan) Desa Lubuk Lingkuk, ternak madu kelulut memiliki keunggulan tersendiri yakni jenis lebah yang tidak menyengat. Sehingga aman untuk dikembangkan dan tidak berbahaya.

Saat ditemui di lokasi peternakan milik kelompok tani, Kepala Desa Lubuk Lingkuk, Khozi mengatakan pemilihan madu kelulut, karena jenis lebahnya mampu menghasilkan madu dan propolis dalam jumlah cukup besar sehingga sangat menguntungkan jika dibudidayakan.

"Di lokasi tambak Bila Barokah, kelompok tani membudidayakan sebanyak 500 sarang (toping) lebah madu kelulut. Dalam satu toping bisa menghasilkan setengah liter madu, jadi sekali panen bisa menghasilkan 250 liter madu,"ujarnya kepada Babel Review, Selasa (8/10/2019).

Ia menambahkan, total jumlah sarang madu lebah yang di kelola masyarakat hampir 1.000 lebih, semua tersebar di seluruh rumah-rumah warga.

"Madu kelulut memiliki potensi ekonomis yang cukup menjanjikan, oleh sebab itu banyak masyarakat yang turut beternak lebah ini. Bahkan, untuk 1 liter madu kelulut dihargai Rp 100 ribu, kalau dipacking bagus bisa lebih mahal lagi," terangnya.

Khozi mengatakan, dalam melancarkan potensi tersebut pemerintah desa memberikan bantuan berupa alat penyedot debu dan akses jalan.

“Pemdes selalu support segala potensi yang dimiliki desa, apa lagi madu kelulut sendiri merupakan produk asli dan sudah lama sekali dikembangkan di Desa Lubuk Lingkuk," pungkasnya (BBR)


Penulis  : Faisal
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review