Desa Pangkal Beras Kembangkan Budidaya Madu Kelulut dan Kopiah Resam

kasmirudin
Desa Pangkal Beras Kembangkan Budidaya Madu Kelulut dan Kopiah Resam
Kopiah Resam buatan masyarakat Desa Pangkal Beras, Kabupaten Bangka Barat. (Foto: Gusti)

KELAPA, BABELREVIEW. CO.ID -- Selain sektor pertanian dan perkebunan, Desa Pangkal Beras, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, memiliki sentra produk UMKM yang memiliki nilai jual yang digeluti oleh warga sekitar.

“Saat ini terdapat dua lokasi budidaya madu kelulut, yakni Dusun Limang dan disini juga, madu kelulut dikelola langsung oleh masyarakat,” kata Kades Pangkal Beras, Rudi, saat ditemui, Kamis (1/8/2019).

Salah satu upaya untuk mempromosikan dan mengelola budidaya madu kelulut pihak desa sering mengikuti pameran UMKM.

“Hasil produk dari madu kelulut sendiri sudah kita ikut sertakan di berbagai pameran. Kita juga sudah mengikuti pelatihan di luar daerah mengenai tata cara pengelolaan produk UMKM,” terangnya.

Madu kelulut.

Rudi mengatakan, selain penghasil madu kelulut, Desa Pangkal Beras merupakan desa penghasil kopiah (Peci) resam dan memiliki bahan baku yang melimpah.

“Sebenarnya banyak pengerajin kopiah resam mengambil bahan baku di Desa Pangkal Beras ini, di hutan kita banyak bahan bakunya. Banyak yang memproduksi kopiah resam, karena ini salah satu kegiatan sampingan masyarakat, misalkan saat pulang berkebun atau saat bersantai,” kata Rudi.

Ia mengatakan, setiap pengerajin kopiah resam dapat menghasil 10-50 kopiah, yang menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian.

“Pengerajin kopiah resam di Desa Pangkal Beras yang membuat rata-rata ibu-ibu di desa ini, nanti kami akan berdayakan dan akan kita buatkan kelompok,” ujarnya. (BBR)


Penulis  : Gusti
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review