Dilema Nasib UMKM di Bangka Belitung saat Ini

kasmirudin
Dilema Nasib UMKM di Bangka Belitung saat Ini
Lucky Dwi Dharmawan.

UMKM merupakan usaha produktif yang dimiliki oleh per orangan ataupun badan usaha, yang sudah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro, seperti diatur dalam UU No. 20 tahun 2008. Sesuai dengan pengertian UMKM tersebut, maka kriteria UMKM dibedakan secara masing-masing meliputi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah.

Di era sekarang UMKM sangatlah berperan bagi perekonomian di Indonesia. Indonesia termasuk paling banyak di antara negara lain jumlah pelaku usaha industri UMKM, dimulai tahun 2014 UMKM terus mengalami perkembangan dan pertumbuhan.

Kontribusi sektor usaha mikro, kecil dan menengah terhadap produk domestik bruto meningkat dalam 5 tahun terakhir dari 57,84% menjadi 60,34%. Serapan tenaga kerja meningkat dari 96,99% menjadi 97,22% pada sektor ini di periode yang sama.

UMKM juga mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di Kepulauan Bangka Belitung, setidaknya per Februari 2018 tercatat 180.509 unit UMKM. Jumlah ini naik sebanyak 130.457 UMKM dibandingkan 2017 yang lalu.

Tak main-main melalui tahapan yang telah dilaksanakan total dana yang telah dikucurkan baik dari DAK maupun APBD, sudah hampir mencapai angka Rp 5 miliar pada tahun 2019. Selain  itu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan MoU dengan International Council for Small Business (ICSB) Bangka Belitung, tentang Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Penandatangan MoU dilakukan langsung oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dan Ketua Koordinator Wilayah ICSB Babel Gubernur Babel, Erzaldi Rosman memberikan arahan kepada pelaku UMKM Babel agar memanfaatkan kehadiran ICSB di Babel untuk melakukan penetrasi pasar internasional.

Namun UMKM di Bangka Belitung juga mengalami dilema. Selain pesatnya persaingan juga mulai dizinkannya minimarket sangat berdampak bagi UMKM yang ada, para pelaku UMKM cenderung memiliki ketakutan akan matinya pasar produk mereka. Saat ini, UMKM yang ada di Bangka Belitung telah kalah saing, dikarenakan adanya pembangunan super market baru yang berdampak kurang diminatinya produk UMKM. Sehingga penghasilan yang diterima oleh UMKM, menjadi menurun drastis. Ini sangat berdampak karena UMKM sangat berperan penting terhadap perekonomian khususnya di Bangka Belitung. Dalam menanggapi permasalahan yang  terjadi pada UMKM di Bangka Belitung ini menghadapi persaingan dengan super market, sehingga tidak terjadi dilema yang berkepanjangan, maka UMKM harus melakukan suatu inovasi terhadap produk yang dijual. Sehingga produk tersebut bisa bersaing dengan produk yang dijual oleh super market tersebut, UMKM juga harus meningkatkan promosi terhadap produk yang dimiliki. Sehingga dikenal oleh masyarakat Bangka Belitung. Selain itu peran pemerintah daerah dalam mendukung UMKM juga sangat diperlukan, guna terus berkembangnya UMKM.

Menurut saya, hal seperti ini harus segera ditanggapi oleh pemerintah daerah, karena ini merupakan permasalahan yang sangat serius bagi perkembangan dan kemajuan UMKM yang terdapat di Provinsi Bangka Belitung ini. Masalah yang terjadi akibat pembangunan super market ini akan sangat merugikan pengusaha UMKM dan dapat menurunkan semua kreatifitas masyarakat Bangka Belitung, yang dapat menciptakan sebuah kegagalan kemudian mengakibatkan produk asli Bangka Belitung digantikan dengan produk yang berasal dari luar. Lalu masyarakat Bangka Belitung akan melupakan kebudayaan yang telah ada, karena tidak ada sebuah inovasi terhadap produk lokal yang ada dan jika hal itu terjadi maka UMKM yang ada di Bangka Belitung akan terus berkurang karena  kalah bersaing. Pemerintah seharusnya mencari jalan tengah dalam menghadapi permasalahan yang sedang dihadapi oleh UMKM yang ada di Bangka Belitung ini. Dengan cara memberikan sosoalisai terhadap UMKM, agar bisa lebih berinovasi dan kreatif dalam memproduksi, memasarkan, dan mempromosikan produk. Pemerintah juga harus mengeluarkan suatu peraturan yang tidak merugikan UMKM dan pihak-pihak lainnya. Selain pemerintah, masyarakat juga harus bisa membantu dalam perkembangan usaha yang berasal dari daerah lokal dan tidak menghilangkan produk yang berasal dari kebudayaan Bangka Belitung. Intinya pemerintah dan masyarakat yang ada di Bangka Belitung harus saling bisa menjaga dan mengembangkan produk yang berasal dari daerah sendiri, sehingga produk tersebut tidak hilang dan tidak tergantikan oleh produk-produk yang berasal dari luar kepulauan Bangka Belitung. (BBR)


Penulis  : Lucky Dwi Dharmawan (Akuntansi 2017 Fakuktas Ekonomi Universitas Bangka Beliung)
Editor   :  Kasmir
Sumber  :Babelreview