Direktur Utama Diberhentikan, Sekarang AR Tampubolon Pegang Kendali Sriwijaya Air

Admin
Direktur Utama Diberhentikan, Sekarang AR Tampubolon Pegang Kendali Sriwijaya Air
foto :ferly Aditya

JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID -- Para petinggi Sriwijaya Air berganti. Setidaknya ada dua Direktur dan Direktur Utama yang berubah per 9 September 2019.

Maskapai Sriwijaya Air yang akan berulang tahun ke 16 pada 10 November 2019 mendatang tersebut merombak direksi perusahaan. Salah satu keputusan yang menarik publik adalah pemberhentian Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adrian Saul.

Dalam surat pemberitahuan nomor 001/Plt.DZ/EXT/SJ/IX/2019 yang beredar, selain posisi dirut, ada posisi lain yang juga diberhentikan oleh Dewan Komisaris Sriwijaya Air.

Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris PT Sriwijaya Air pada Senin 9 September 2019 itu, memutuskan untuk mengangkat Anthony Raimond Tampubolon selaku Plt Direktur Utama, Plt Direktur Human Capital & Service dan PLt Direktur Komersial.

Sebelumnya,  Joseph Adriaan Saul selaku Direktur Utama PT Sriwijaya Air, Harkandri M Dahler selaku Direktur Human Capital and Service PT Sriwijaya Air, dan Joseph K Tendean selaku Direktur Komersial Sriwijaya Air.

Dengan adanya SK baru ini, maka ketiga jabatab tersebut dipegang oleh Anthony Raimond Tampubolon.

Dalam SK yang beredar di kalangan media tersebut juga menyebutkan bahwa Plt Dirut PT Sriwijaya Air Anthony Raimond memberikan surat kuasa kepada Robert D Waloni sebagai pelaksana tugas harian Direktur Utama Sriwijaya Air, dan surat kuasa kepada Rifai sebagai pelaksana tugas harian Direktur Komersial PT Sriwijaya Air.

Sriwijaya Air adalah sebuah maskapai penerbangan di Indonesia. Sriwijaya Air didirikan oleh keluarga Lie (Hendry Lie dan Chandra Lie) dengan JohannesBundjamin dan Andy Halim pada 28 April 2003 dan baru mendapatkan izin

beroperasi untuk melakukan penerbangan pada 28 Oktober 2003 dengan mendapatkan sertifikat AOC ( Air Operation Certificate ). Saat ini Sriwijaya Air adalah maskapai penerbangan terbesar ketiga di Indonesia, dan sejak tahun 2007 hingga saat ini tercatat sebagai salah satu Maskapai Penerbangan Nasional yang

memiliki standar keamanan kategori 1 di Indonesia.Sriwijaya Air didirikan dengan tujuan untuk menyatukan seluruh kawasan Nusantara seperti keinginan raja kerajaan Sriwijaya dahulu yang berasal dari kota Palembang. Keinginan tersebut kemudian diwujudkan melalui pengembangantransportasi udara.

Pada tahun 2003, tepat pada hari Pahlawan, 10 November,Sriwijaya Air memulai penerbangan perdananya dengan menerbangi rute Jakarta-Pangkalpinang PP, Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Jambi PP, dan Jakarta-Pontianak PP.

Pada mulanya Sriwijaya Air hanya mengoperasikan 1 armada Boeing 737-200 yang kemudian seiring waktu terus ditambah hingga memiliki 15 armadaBoeing 737-200. (*/ahada/BBR)


Penulis  : Ahada
Editor    :Ahada
Sumber : Babel Review