DPRD Babel Kecam Aksi Oknum Polisi Penganiaya Santri TPA

kasmirudin
DPRD Babel Kecam Aksi Oknum Polisi Penganiaya Santri TPA
Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Toni Purnama. (Foto: Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Masyarakat Bangka Belitung dikejutkan dengan beredarnya kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi Bangka Selatan, terhadap seorang santri TPA Al Istiqomah Perumnas Guru Toboali, Rabu (17/7/2019) yang lalu.

Sontak perlakuan tak terpuji tersebut, menarik perhatian khalayak ramai. Apalagi penganiayaan ini dilakukan seorang oknum dari instansi kepolisian yang harusnya dekat dan mengayomi masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Toni Purnama, mengecam perlakuan tak terpuji tersebut dan meminta Kapolda Babel untuk menindak tegas oknum polisi yang diduga melakukan hal tak terpuji itu.

"Kita minta seluruh jajaran dari Polres Bangka Selatan dan Kapolda Babel, untuk secepatnya memberikan semacam sanksi yang tegas. Karena ini telah mencoreng martabat institusi kepolisian yang sekarang tengah kuat penegakan hukumnya di tingkat nasional," kata Toni saat ditemui media usai rapat paripurna di gedung DPRD Babel, Senin (22/7/2019).

Ia juga meminta tak ada pandang bulu berkenaan dengan kasus ini. Pasalnya, ini menyangkut hak asasi, apalagi korban merupakan anak dibawah umur.

"Kita jelas mengecam perbuatan tersebut, korban ini merupakan generasi penerus kita. Apalagi  masih dibawah umur, ini merupakan arogansi dari aparat," ketusnya.

Hari ini juga rencananya anggota DPRD Babel daerah pemilihan (Dapil) Bangka Selatan, akan menggelar pertemuan guna berkoordinasi untuk mengontrol penegakkan hukum yang akan dilakukan pihak kepolisian.

"Kita akan pantau proses hukumnya, karena kami mengecam keras. Dewan juga jangan terulang lagi lah hal yang semacan ini, tentu ini akan membuat trauma dari anak tersebut dan ini bukan hal yang sangat positif ini bagi Provinsi Babel," ungkapnya.

Toni juga berencana akan berdialog dan menyambangi rumah korban secepatnya, untuk memberi dukungan terhadap korban dan keluarga.

"Kita lihat mental dan psikologis korban, bila perlu kita minta tolong juga psikolog untuk membantu korban," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Diko
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review