DPRD Bangka Gelar RDP Bahas Kontra Tambak Udang Milik PT. BHL

Ibnuwasisto
DPRD Bangka Gelar RDP Bahas Kontra Tambak Udang Milik PT. BHL
Rapat dengar pendapat di DPRD Kabupaten Bangka, Senin (13/1/2020). (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Komisi II dan III DPRD Kabupaten Bangka menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu, masyarakat Jalan Pahlawan 12 Belinyu dan PT. Budidaya Hamparan Lestari di ruang rapat Mahligai Gedung DPRD Kabupaten Bangka, Senin (13/1/2020).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Bangka Mendra Kurniawan Amd, membahas terkait adanya penolakan dari warga terkait tambak udang yang berada di Sungai Pasir Kecamatan Belinyu.

Hal ini dipicu dari karena pembangunan tambak udang yang dilakukan oleh pihak PT. Budidaya Hamparan Lestari lokasinya terlalu dekat dengan pemukiman warga. Selain itu menurut warga bahwa dengan adanya tambak udang tersebut menimbulkan bau tidak sedap, limbah dan merusak hutan mangrove.

Wakil Ketua I DPRD Bangka, Mendra Kurniawan Amd mengatakan jika rapat dengar pendapat ini dilakukan untuk mengetahui pokok permasalahan yang terjadi antara warga, perusahaan dan instansi terkait.

"Kami ingin mengetahui juga sudah sejauh mana perijinan dari perusahaan itu, dan apakah segala proses pembuatan ijin pembangunan tambak udang sudah benar-benar melalui segala prosedur yang semestinya," ujarnya.

Ia menegaskan jika masyarakat yang berada di Jalan Pahlawan 12 Kecamatan Belinyu merasa keberatan dengan adanya perusahaan tambak udang karena beberapa alasan.

"Dan masyarakat berharap pihak perusahaan untuk kembali melakukan sosialisasi terkait perizinan. Untuk sementara ini perusahaan harus dihentikan untuk sementara waktu sampai semua kewajiban dilakukan sesuai dengan aturan," tuturnya.

Menurutnya, jika pihak DPRD dalam permasalahan ini hanya sebagai mediator dan pengawasan. Mendra mengharapkan agar pihak perusahaan untuk melakukan langkah-langkah perijinan yang benar dan tidak melanggar aturan yang ada.

"Untuk masyarakat yang berada jalan Pahlawan 12, saya mohon untuk menjaga kondisi agar tetap kondusif. Janganlah berbuat anarkis, bantulah pemerintahan untuk menjaga suasana tetap tenang agar iklim investasi tetap baik," tutupnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review