Dua Pelaku Curanmor Asal Madura Dibekuk Tim Jatanras Polda Babel

kasmirudin
Dua Pelaku Curanmor Asal Madura Dibekuk Tim Jatanras Polda Babel
Tim Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung, berhasil meringkus dua pelaku curanmor di Kampung Air Semut, Kecamatan Payung, Bangka Selatan, Kamis (7/11/2019). (Foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Tindak kriminal pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kembali terjadi di Bangka Belitung. Kali ini tersangkanya dua perantau asal Madura, Jawa Timur, yakni Maskur (35) dan Toi'e (36).

Beraksi di Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, pada Sabtu, 2 November 2019 pukul 04.00 dini hari, kedua tersangka berhasil mencuri satu unit sepeda motor Yamaha Vixion. Namun, selang seminggu kedua tersangka berhasil dibekuk Tim Subdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung, di Kampung Air Semut, Kecamatan Payung, Bangka Selatan, Kamis (7/11/2019).

Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Babel, AKBP Wahyudi menjelaskan dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku tersebut merental mobil pick up milik Usep Saefudin, yang digunakan untuk mengangkut sepeda motor hasil curian.

"Dari Desa Payung, mereka menuju ke Sungailiat. Dalam perjalanan tersangka Maskur melihat sepeda motor Yamaha Vixion terparkir di depan rumah, kemudian diangkut. Kebetulan kunci masih menempel di sepeda motor," jelas Wahyudi di Mapolda Babel, Jumat (8/11/2019) 

Sepeda motor Yamaha Vixion tersebut dibawa ke Kampung Air Semut, Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan.

Berdasarkan hasil interogasi diungkapkannya, kedua pelaku mengaku baru kali pertama melakukan aksi curanmor.

"Kedua pelaku ini merupakan warga asli Madura. Mereka bekerja disini, ada yang baru datang satu bulan, ada yang sudah tujuh bulan. Atas perbuatannya, kedua pelaku kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," kata Wahyudi.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Babel, AKBP A. Maladi mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada agar kejadian serupa tak terjadi lagi.

"Kepada Masyarakat agar sepeda motornya dikunci, bila perlu pakai gembok, rantai, atau kunci tambahan untuk keamanan. Karena kita harus berpikir negatif, kalau sepeda motor itu rawan aksi pencurian, apalagi parkir sembarangan," imbaunya. (BBR)


Penulis  : Diko
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review