ForDAS Babel Bentuk Jiwa Kreatif Relawan Lingkungan

kasmirudin
ForDAS Babel Bentuk Jiwa Kreatif Relawan Lingkungan
Forum Daerah Aliran Sungai Provinsi Bangka Belitung, menggelar Jambore Relawan Lingkungan yang digelar selama tiga hari yang berakhir Minggu (10/11) di Taman Kehati Camping Ground, Hutan Pelawan, Namang, Bangka Tengah. (Foto: Fierly)

NAMANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Forum Daerah Aliran Sungai (ForDAS) Provinsi Bangka Belitung, menggelar Jambore Relawan Lingkungan yang digelar selama tiga hari sejak Jum'at (8/11) hingga Minggu (10/11) di Taman Kehati Camping Ground, Hutan Pelawan, Namang, Bangka Tengah.

Kegiatan Jambore yang mengusung Tema "Aku Bahagia Sebagai Relawan lingkungan" diikuti 431 orang relawan yang tergabung dari berbagai komunitas serta perwakilan pelajar dan mahasiswa di Bangka Belitung.

Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Roy Ridho Sani yang menjadi Inspektur upacara pada pembukaan kegiatan tersebut mengapresiasi semangat para relawan yang hadir yang didominasi pemuda dan pemudi Bangka Belitung.

“Saya sangat bahagia melihat semangat para pemuda-pemudi untuk membangun Babel lebih baik, terutama dalam upaya konservasi ini. Saya berterima kasih kepada Pak Fadillah, yang bisa mengajak generasi muda Babel untuk ikut berpartisipasi. Saya percaya saat ini zamannya anak muda mengubah dunia, sama halnya dengan peran pemuda saat masa kemerdekaan dulu," katanya.

Lanjut pria yang akrab disapa Roy ini mengungkapkan, hari ini Ia melihat adanya optimisme yang besar di Babel. Hal tersebut diungkapkan setelah melihat animo besar anak muda yang hadir hingga mencapai hampir 500 relawan.

"Saya percaya disini anak muda yang hadir mempunyai komitmen yang besar untuk melakukan gerakan penyelamatan lingkungan hidup, khususnya melalui perbaikan DAS. Saya juga percaya dengan kerja yang dilakukan bisa merubah banyak hal melalui penyelamatan SDA, konservasi, sungai dan pantai," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Darpin Asnan yang akrab disapa Bang Alpin mengungkapkan kegiatan Jambore ini sekaligus dilaksanakan memperingati Hari Pahlawan dan menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia.

"Dalam memperingati Hari Pahlawan kalau dulu untuk menjadi pahlawan harus berperang. Meski  sekarang kita telah merdeka tapi kita ingin menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan kepada rekan-rekan pencinta lingkungan, dengan peduli terhadap lingkungan," katanya.

Selain menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, pada kegiatan tersebut para relawan juga diberikan bekal berkarya mandiri. Hal tersebut tertuang pada program yang dibuat semacam kegiatan wirausaha, sehingga ada nilai-nilai entrepreneurnya.

Tak hanya itu, relawan juga diberikan pengenalan mengenai aturan dan perundang-undangan, agar tahu aturannya serta batasan-batasannya.

 "Kita punya tujuan khusus dari acara ini selain telah kita bekali ilmu entrepreneurnya, agar bisa  berwirausaha mandiri. Kita juga berharap dari mereka muncul relawan ForDAS, karena ujung tombak peduli lingkungan ini adalah mereka-mereka ini. Karena sebagai relawan mereka akan bekerja dengan hati," ujarnya.

Ketua ForDAS Babel, Fadillah Sabri menuturkan kondisi lingkungan di Babel sudah sepatutnynya menjadi perhatian. Pasalnya, kegiatan penambangan timah secara ilegal di Bangka Belitung semakin marak dan banyak menyisakan kolong-kolong dan lahan-lahan yang tandus serta rusaknya kawasan hutan.

Karena itu, ForDAS Babel mengajak kawula muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan alam di sekitar mereka melalui kegiatan kegiatan yang positif. Salah satunya dengan mengadakan perkemahan yang dikemas dalam bentuk Jambore.

"Hal ini sebagai upaya menumbuhkan nilai kepahlawanan untuk lingkungan. Selain meningkatkan kesadaran akan pentingnya peranan lingkungan bagi kehidupan, juga diharapkan para peserta dapat lebih peka terhadap penanggulangan bencana serta menjadikan mereka sebagai pemuda pemudi yang lebih kreatif," ungkapnya.

Selain mendapatkan motivasi dari salah satu putra kebanggaan Provinsi Babel, Bapak Roy, berbagai kegiatan juga akan diselenggarakan pada Jambore tersebut, di antaranya sosialisasi urun daya penanganan kerusakan lingkungan dan perairan darat, pencegahan dan penanggulangan kerusakan lingkungan  melalui pembagian bibit buah-buahan dan menanam pohon di lokasi eks tambang, Citizen journalism (pelatihan jurnalistik mandiri), pelatihan penanggulangan bencana, talk show pengaruh perubahan Iklim terhadap lingkungan dan pelatihan kewirausahaan.

Turut Hadir pada kesempatan tersebut unsur dari Pemerintah Desa Namang, Pemda Bateng, kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Babel serta tamu undangan lainnya. (BBR)


Penulis  : Diko                                                           
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review