Gaji Tak Kunjung Dibayar, 12 Mantan Karyawan Dealer Mobil Ngadu ke Gubernur

kasmirudin
Gaji Tak Kunjung Dibayar, 12 Mantan Karyawan Dealer Mobil Ngadu ke Gubernur
Belasan mantan karyawan sebuah dealer mobil di Pangkalpinang mengadu ke Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman terkait hak-hak yang belum dipenuhi oleh pihak perusahaan, Rabu (9/10/2019) di ruang kerja gubernur. (Foto: Humas Pemprov Babel)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Sebanyak 12 mantan karyawan sebuah dealer mobil di Pangkalpinang mengadu ke Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman terkait hak-hak yang belum dipenuhi oleh pihak perusahaan, Rabu (9/10/2019) di ruang kerja gubernur. Apalagi permasalahan tersebut sudah berlarut-larut cukup lama dan belum juga terselesaikan.

Dilansir dari Humas Pemprov Babel, Jumli Jamaludin selaku kuasa hukum mantan pekerja dealer mobil tersebut mengatakan, kedatangan mereka menemui Gubernur Babel Erzaldi Rosman adalah untuk meminta dukungan langsung agar persoalan ketenagakerjaan yang sedang ditangani oleh Disnaker Babel bisa diselesaikan dengan baik.

Permasalahan tersebut, dikatakan Jumli, terjadi sudah cukup lama dan mantan pekerja menuntut hak-hak mereka, dalam hal ini bukan hak pesangon akan tetapi hak untuk dibayarkan gaji dan kekurangannya yang hingga kini belum diselesaikan oleh pihak perusahaan.

“Sebenarnya ada hak-hak lainnya yang belum dipenuhi oleh perusahan tersebut, misalnya tidak terdaftar dalam BPJS, hak-hak cuti dan yang lainnya. Tetapi yang dituntut adalah hak gaji yang belum dibayar dan gaji kekurangan bayar. Secara total, sesuai hitungan Disnaker Babel senilai Rp 200 juta untuk 12 orang yang harus dibayar. Penetapan nilai tersebut diharapkan pihak perusahaan menyelesaikannya secara cepat,” jelas Jumli.

Emil Rinova, perwakilan mantan karyawan meminta kepada perusahan untuk menyelesaikan permasalahan gaji yang belum dibayar hingga sekarang.

“Saya minta tolong, untuk pihak perusahaan untuk mengubah manajemennya dan kami tidak menuntut pesangon karena kami berhenti. Jadi kami cuma minta hak-hak normatif kami yaitu kekurangan gaji dan hak gaji kami, itu yang kami tuntut,” ungkapnya.

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Babel Darlan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel Harrie Patriadie berjanji akan mengawal hingga tuntas aduan para mantan pekerja salah satu dealer mobil di Kota Pangkalpinang.

Gubernur mengatakan, untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut dirinya telah memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Babel beserta jajaranya untuk melakukan investigasi terhadap dealer mobil tersebut.

“Saya sudah memberikan arahan kepada Kepala Disnaker untuk datang menginvestigasi kembali perusahan dealer, agar hal-hal yang diindikasi ada penyimpangan pada pekerjanya agar diambil tindakan. Sebab, kita tidak mau di provinsi ini masih ada pekerja-pekerja kita yang tidak mendapat upah ataupun pembayaran jasa yang tidak sesuai dengan undang-undang, dan harus kita segera sampaikan kepada pihak perusahan,” ujar Erzaldi.

Gubernur Erzaldi menegaskan, akan mengawal permasalahan tersebut sampai tuntas dan mengimbau agar para pekerja membaca terdahulu isi kontrak kerja yang akan ditandatanganinya, sehingga tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Saya mendengar beberapa disampaikan para pekerja tadi, kita sangat sedih karena masih ada perlakuan seperti ini oleh pihak perusahaan. Terlepas saya belum mendengar pembelaan apa yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi kalau itu benar yang disampaikan oleh tenaga kerja ini sudah kelewatan,” terang gubernur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Babel, Harrie Patriadie menambahkan, pihaknya akan terus menindaklanjuti pengaduan tersebut, salah satunya dengan melakukan pengawasan. Jika di dalam perjalanannya permasalahan tersebut semakin berkembang, maka pihaknya akan mempertemukan kedua belah pihak untuk melakukan mediasi agar ada titik temu.

“Kita sudah melayangkan surat, dan saat ini, kondisinya masih menunggu. Karena pihak perusahaan  mengadu ke Kementerian Tenaga Kerja. Seandainya masalah ini berkembang, maka akan kita pertemukan kembali. Yang jelas musyawarah dan mufakat itu yang utama, sebab antara tenaga kerja dan perusahaan harus timbul harmonisasi,” ungkapnya. (BBR)


Penulis  : Irwan
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review