Gubernur Geram Ada Aktivitas Penambangan Dekat Bandara Depati Amir

kasmirudin
Gubernur Geram Ada Aktivitas Penambangan Dekat Bandara Depati Amir
Bandara Depati Amir Pangkalpinang. (ist)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan geram maraknya aktivitas tambang bijih timah ilegal di kawasan Bandara Depati Amir Pangkalpinang, karena merusak lingkungan dan citra daerah itu sebagai tujuan wisata wisatawan nasional serta internasional.

"Saya perintahkan Satpol PP dibantu Polisi Hutan menindak tegas penambang ilegal ini," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan aktivitas tambang ilegal di kawasan Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan berdekatan sekali dengan komplek Pemprov Kepulauan Babel tidak lagi mengenal waktu, sehingga memperparah kerusakan lingkungan di daerah itu.

"Saya kasihan melihat Satpol PP harus main kucing-kucingan dengan penambang liar yang membandel ini," ujarnya.

Menurut dia Satpol PP melakukan operasi penertiban pada pagi hari, penambang menambang bijih timah siang dan dioperasi malam mereka berkerja subuh hari.

"Saya prihatin melihat kondisi ini, karena kesadaran masyarakat untuk tidak merusak alam ini rendah," katanya.

Kasatpol PP Provinsi Kepulauan Babel Yamowa'a Harefa mengatakan membangun posko pengawasan untuk mengawasi dan menindak penambang-penambang bijih timah liar  di kawasan bandara tersebut.

"Kami sudah beberapa kali menertibkan tambang-tambang liar ini, namun penambang tetap melakukan aktivitas tambang di lahan disamping bandara tersebut," katanya.

Menurut dia penambang tidak hanya menambang di disamping bandara, tetapi juga menambang di lahan Islamic Center milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Ini menjadi fokus kita, karena lokasi penambangan liar berjarak sangat dekat bandara ini menjadi perhatian pemerintah. Rusaknya lahan, galian-galian tanah dan kolong yang terbentuk akibat penambangan terlihat sangat jelas dari pesawat terbang yang sedang melintas," ujarnya. (BBR)


Penulis  : Ant               
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review