Hipnotis Bunga Matahari di Tanah Reklamasi

Admin
Hipnotis Bunga Matahari di Tanah Reklamasi
Foto:Thoriq Naufal

BANGKA, BABELREVIEW -- Kegiatan reklamasi yang dilakukan PT Timah Tbk di lahan eks tambang timah kini menjadi destinasi baru bagi masyarakat Bangka Belitung. Pasalnya PT Timah kini mereklamasi lahan tersebut dengan cara beda dan  mampu menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung Ya !!! Wisataaa, PT Timah kini menyulap beberapa lahan eks tambang timah menjadi sangat cantik hingga menarik masyarakat khususnya wisatawan untuk berkunjung.

Salah satunya adalah Kampoeng Reklamasi Air Jangkang PT Timah yang terletak di Dusun Air Dayung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka yang hanya berjarak 19 km dari Kantor Pusat PT Timah Tbk yang berada di Kota PangkalPinang dengan waktu tempuh hanya 30 menit.

Lokasi ini menjadi suatu model pengembangan wisata alam pada lahan eks tambang, dimana tujuannya selain untuk menikmati keindahan alam juga sebagai alternatif destinasi wisata di Pulau Bangka. Di lokasi ini berbagai kegiatan pun dilakukan  mulai dari pembuatan kegiatan pengomposan budidaya ternak, budi daya ikan sistem biofloc, penanaman sayuran sistem hidroponik dan sistem alami, perbaikan void, penanaman lada, tanaman buah, tanaman kehutanan dan kegiatan lainnya.

Tak hanya itu, di Kampoeng Reklamasi juga terdapat satwa yang sudah mendapat izin penangkarannya melalui PPS (Pusat Penyelamatan Satwa) yang pengelolaannya berkolaborasi dengan salah satu yayasan pencinta satwa yaitu ALOBI. Beberapa jenis satwa tersebut yakni Burung Kakak Tua, Burung Nuri, Siamang, Binturong dan berbagai jenis lainnya.

Termasuk juga di lokasi ini ditanaman buah-buahan yang berjumlah 1.500 batang dengan berbagai macam jenis seperti Lengkeng, Rambutan Rapiah, Jeruk Hana, Mangga, Sawo, serta buah lokal Cermai dan Rukam. Lokasi yang memiliki luas 31 hektar ini sangat cocok menjadi tempat rekreasi keluarga dan agrowisata dengan beragam fasilitas penunjang bagi wisatawan seperti fasilitas istirahat dan tempat ibadah. Salah satu spot yang digandrungi masyarakat di lokasi tersebut adalah Taman Bunga Matahari.

Baca juga :Wisata Instagenic Babel, Taman Bunga Matahari di Kampoeng Reklamasi PT. Timah

Memang tak banyak bunganya, tapi kecantikan alaminya tersebut membuat para pengunjung terpesona dan berhasrat untuk mengabadikan moment bersama. Tentu ini menjadi pilihan destinasi baru masyarakat Babel, dimana selama ini Pantai selalu menjadi lokasi wisata favorit di Bangka Belitung.

Taman Bunga Matahari ini merupakan, salah satu sisi lain cara reklamasi terpadu kawasan eks tambang timah oleh PT Timah yang bernilai ekonomis. Meskipun begitu, Taman Bunga Matahari yang kini di gandrungi masyarakat Babel tersebut ternyata masih dalam tahap percobaan, dimana  Bunga matahari dilihat Seperti apa pertumbuhannya di kondisi tanah dan cuaca disini Hal tersebut dikatakan salah satu Tim Pengembangan Kawasan Reklamasi Air Jangkang Doni bahwa mereka memang berencana membuat taman yang berisi bermacam bunga, salah satunya Bunga Matahari.

“Kita sebenarnya sudah menyediakan lahan untuk Taman Bunga yang nanti terdapat berbagai macam jenis Bunga yang tujuannya juga menjadi tempat wisata. Hanya saja yang saat ini dikunjungi para tamu itu lokasi percobaan kita. Di situ kita ingin melihat bagaimana pertumbuhan Bunga tersebut dengan kondisi cuaca disini, kita gak tau malah jadi banyak dikunjungi,” ujarnya.

Nantinya, jika percobaan sudah selesai dilakukan akan dibuat Taman Bunga yang sesungguhnya yang nantinya akan menjadi tujuan salah satu wisata kawasan Reklamasi PT Timah dan dibuka untuk umum. “Sebenarnya untuk saat ini, belum kita buka untuk umum. Tetapi antusias masyarakat sangat tinggi. Nantinya setelah diresmikan oleh Kementerian ESDM akan kita buka untuk umum,” ungkapnya. Dengan hadirnya Kampoeng Reklamasi ini lanjut Doni akam menjadi edukasi bagi masyarakat Bangka Belitung, bahwasanya lahan bekas tambang timah yang terkesan tak terurus dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai, salah satunya Kampoeng reklamasi ini. “Kami berharap lahan yang telah direklamasi dapat terus terjaga dari tangan-tangan yang tidak bertanggung-jawab. Kan sayang kalua

Baca juga:PT Timah Gelontorkan Rp 60 Miliar untuk Reklamasi

sudah direklamasi, tetapi masih ditambang ulang. Akhirnya tidak keliatan lagi hasil reklamasinya,” tuturnya. Untuk mensukseskan rencana tersebut PT  Timah juga bekerjasama dengan Perangkat Desa Riding Panjang agar keberadaan lokasi tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, seperti lapangan kerja bagi masyarakat. Salah satu pengunjung, Resha mengatakan baru tahu adanya lokasi Taman Bunga Matahari setelah melihat postingan di Instagram temantemannya. “Taunya sih dari postingan di Instagram tema,  jadi penasaran, kok bagus ya, jadi kesini deh, ternyataa banyak spot berfoto lainnya disini selain Taman Bunga Matahari,” tuturnya. Hanya saja Ia menyayangkan jalan akses ke lokasi masih agak sulit, dikarenakan masih melalui tanah kuning yang tentunya jika musim hujan membuat jalan tercebut berlumpur dan licin. “Apalagi nanti akan dikembangkan lebih banyak lagi spotnya, tentu akan banyak tamu atau wisatawan yang berkunjung. Untuk itu saya rasa perlu perbaikan atau pembenahan askes jalan biar enak dilalui,” tutupnya. (BBR)


Penulis  : Diko 
Editor    : Sanjay
Sumber : Babel Review