Ini Alasan Orang Mau Menjadi Anggota Bawaslu

kasmirudin
Ini Alasan Orang Mau Menjadi Anggota Bawaslu
Calon Anggota Bawaslu kabupaten/kota saat sedang mengikuti tes kesehatan di Biddokes Polda Babel, Senin (30/7/2018). (foto: Lala)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW -- Dalam rangka melaksanakan amanat Undang–Undang Nomor 7 Tahun 2017  tentang Pemilihan Umum, Pasal 89 ayat (4) yang menyatakan “Bawaslu, Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota bersifat tetap” dan pasal 128 ayat (1) yang menyatakan “Bawaslu membentuk tim seleksi untuk menyeleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota”, mendapat respon positif dari khayalak khususnya masyarakat Bumi Serumpun Sebalai.

Hal ini terbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai 159 orang dari 7 kabupaten/kota se  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdiri dari 134 orang laki-laki dan 25 orang perempuan.

sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat tiga lembaga penyelenggara Pemilu yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), sebagai satu kesatuan fungsi Penyelenggaraan Pemilu untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden dan untuk memilih anggota DPRD secara langsung oleh rakyat.

Selain karena sifat kelembagaan pengawas Pemilu di tingkat kabupaten/kota menjadi tetap. Artinya, penjaringan anggota Bawaslu kabupaten/kota dilaksanakan pada lima tahun sekali ada banyak motivasi atau alasan lain bagi pendaftar yang berminat mengikuti seleksi.

Damayanti (34) salah satu peserta dari Bangka Selatan menuturkan, dirinya mengikuti tes anggota Bawaslu, karena adanya keterkaitan antara bidang ilmu yang dimiliki dengan kepemiluan.

“Meski belum memiliki pengalaman sebagai pengawas pemilu, saya sudah membekali diri dengan pengetahuan kebawasluan dan akan lebih giat membaca serta berdialog dengan para senior. Terlebih menurut hemat saya, di Bangka Selatan selama tiga kali pelaksanaan Pemilu sejak Pileg dan Pilpres 2014, Pilbup 2015 dan Pilgub 2017, ketiga anggota Panwaslu Kabupaten Bangka Selatan semuanya laki-laki. Sehingga lebih memotivasi saya untuk ikut seleksi pada kesempatan kali ini,” paprnya.

Bayualita Sari Dewi, (48)  mengaku lebih percaya diri, dengan pengalaman tiga tahun menjadi anggota Panwaslu Kabupaten Belitung Timur.

“Saya memiliki pengalaman yang membuat saya lebih percaya diri. Saya ingin menjadi contoh dan memotivasi perempuan Belitung Timur, untuk peduli terhadap penyelenggaraan Pemilu sebagai tonggak demokrasi. Dengan menjadi pengawas Pemilu, saya memiliki akses lebih luas untuk memberikan edukasi politik bagi perempuan,” imbuhnya.

Martono (41) mengharapkan, selepas menjadi anggota KPUD Kabupaten Bangka Barat selama dua periode, ia masih tetap ingin mengabdi sebagai penyelenggara Pemilu.

“Saya masih ingin menjadi penyelenggara Pemilu selepas dari KPUD. Meski  sudah memiliki pengalaman di KPU, saya tidak menganggap remeh seleksi anggota pengawas Pemilu. Karena meski sama-sama penyelenggara Pemilu, keduanya memiliki perbedaan dalam tugas dan wewenang. Saya ingin mendedikasikan pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki sebagai pengawas Pemilu di Kabupaten Bangka Barat,” tukasnya.

Sementara Yeammy Willy, (42) yang termotivasi ingin menjadi anggota Bawaslu, karena rasa ingin tahu tugas dan fungsi seorang anggota Bawaslu.

“Motivasi saya ingin jadi anggota Bawaslu yaitu adanya antusiasme, rasa ingin tahu dan keinginan untuk terlibat menjadi pengawas Pemilu di tingkat kabupaten. Sehingga mendorong saya untuk mengikuti seleksi. Saya pun menjadi bersemangat, karena keluarga mendukung. Dengan akses yang dimiliki oleh seorang pengawas Pemilu tentu akan jauh lebih banyak berbuat atau bertindak dalam mencegah pelanggaran Pemilu,” tandasnya. (BBR)


 

Penulis :Lala
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview