Kapolres Bangka Larang Warga Main Petasan

kasmirudin
Kapolres Bangka Larang Warga Main Petasan
Kapolres Bangka AKBP Budi Ariyanto, Bersama dengan Bupati Bangka, Mulkan SH saat melakukan sidak ke sejumlah pasar di Sungailiat. (Foto: Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Kapolres Bangka AKBP Budi Ariyanto mengimbau masyarakat di wilayah Kabupaten Bangka, untuk tidak bermain petasan selama bulan Suci Ramadhan 1440 H.

"Saya berharap kepada masyarakat untuk tidak menjual atau bermain petasan, apalagi petasan yang bunyinya keras. Karena suara ledakannya dapat mengganggu kenyamanan orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa," ujarnya.

Guna menertibkan penjualan dan pemakaian petasan di kalangan masyarakat, kapolres Bangka telah memerintahkan anggotanya di setiap Polsek  untuk melakukan patroli maupun razia terkait penjualan dan penggunaan petasan secara intensif.

“Kita akan rutin lakukan penertiban terkait hal tersebut, selama di bulan suci Ramadhan tahun ini. Baik itu di kawasan pemukiman penduduk, pasar tradisional ataupun di lokasi lainnya," jelas kapolres.

Dia menjelaskan, setiap malam pihaknya selalu melakukan razia petasan. Bagi yang tertangkap akan disita petasannya dan dibuatkan surat pernyataan.

"Kenapa harus dibuatkan surat pernyataan, supaya orang yang bersangkutan tidak mengulanginya lagi. Saat ini sudah banyak petasan yang kita sita, yang jelas setiap Polsek sudah ada semua. Untuk totalnya belum kita hitung secara keseluruhan, setelah kita buat berita acara langsung dimusnahkan," terangnya.

Kapolres menerangkan, untuk penggunaan kembang api tidak ada pelanggaran. Tetapi untuk penggunaan petasan dilarang, karena diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 1951.

Dia mengimbau kepada masyarakat supaya tidak bermain petasan, karena dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Bagi masyarakat yang masih membandel pihak Kepolisian akan lakukan tindakan represif.

Terkait dengan pengamanan di bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri, kapolres menuturkan, selalu melakukan pengaman selama 24 jam untuk di wilayah hukumnya.

“Pada H-7 sampai H+5, kita akan buat 7 pos yang terdiri dari 3 Pos pengamanan  dan 4 Pos PAM. Untuk Pos PAM ada di Pemali, Merawang, Matras, Pantai Tikus dan Pos pengamanannya salah satunya di BKKPM," jelasnya. (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review