Kecewa Terhadap Pengurus, Pemuda Karang Taruna Arung Dalam Panen Sawit Sendiri

kasmirudin
Kecewa Terhadap Pengurus, Pemuda Karang Taruna Arung Dalam Panen Sawit Sendiri
Para pemuda Karang Taruna Kelurahan Arung Dalam Kecamatan Koba, Bangka Tengah, melakukan aksi panen sendiri di kebun sawit masyarakat sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengurus pengelolaan sawit. (Foto: Ist)

KOBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Para pemuda Karang Taruna Kelurahan Arung Dalam Kecamatan Koba, Bangka Tengah, melakukan aksi panen sendiri di kebun sawit masyarakat. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengurus pengelolaan sawit masyarakat.

Atas aksi tersebut, Lurah Arung Dalam, Sopian mengatakan, bahwa pihaknya akan mencari tahu apa penyebab sehingga pemuda melakukan hal tersebut.

"Kami dalam hal ini sebagai penengah harus mencari tahu kronologisnya. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita akan undang pihak-pihak terkait seperti pengurus kebun sawit masyarakat, tokoh-tokoh agama maupun masyarakat, para RT, kepala lingkungan, untuk mencari solusi terbaik terkait reaksi pemuda Karang Taruna. Karena ada ketidakpuasan terhadap pengurus sawit masyarakat tersebut," ujar Sopian, Jumat (12/7/2019).

Sopian menambahkan, saat ini pihaknya sedang mendekati para pengurus sawit masyarakat tersebut, untuk mencari apa saja solusi terhadap pengelolaan sawit masyarakat tersebut.

"Pihak kelurahan telah membentuk satu tim formatur terhadap pengelolaan kebun masyarakat itu. Tim formatur ini terdiri dari tokoh masyarakat, para RT, Kaling, unsur masyarakat, LPM dan unsur pemuda itu sendiri dan semoga dengan adanya tim ini bisa mengatasi permasalah pengelolaan sawit masyarakat tersebut," ucapnya.

Sopian menyampaikan, bahwa pihak kelurahan yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah daerah sangat tidak menyetujui adanya gagasan yang menginginkan penjualan terhadap lahan sawit tersebut.

"Lahan ini bukan hanya milik kita saat ini, namun juga akan sampai ke anak cucu kita nanti. Karena kalau lahan itu masih ada, bisa dimanfaatkan keturunan kita. Tetapi jika dijual sama saja kita menzolimi generasi penerus kita yang akan datang," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review