Kecuali Tempat Ibadah, Amri Cahyadi Minta Bongkar Ornamen dan Simbol Budaya China di Babel

diko subadya
Kecuali Tempat Ibadah, Amri Cahyadi Minta Bongkar Ornamen dan Simbol Budaya China di Babel
Wakil ketua DPRD Babel, Amri cahyadi (Babelreview/Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Persoalan batas Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) laut Natuna yang diklaim pihak Tiongkok (China), saat ini menjadi perhatian khusus Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi. Ia mengaku prihatin dengan upaya pencaplokan secara fisik yang dilakukan oleh China terhadap Kedaulatan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Natuna.

Bahkan, menurutnya jika dilihat dalam 10 tahun terakhir, di Bangka Belitung (Babel) juga sudah ada upaya masif untuk melakukan pencaplokan tersebut secara kultural. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya pembangunan ornamen-ornamen atau simbol-simbol China di Babel baik berupa gapura, gerbang atau tempat pemujaan patung serta simbol China lainnya.

Menanggapi hal itu, Ia meminta dan mengajak Pemerintah Provinsi Babel untuk mulai memperhatikan hal ini bila perlu dilakukan pembongkaran terhadap ornamen atau simbol-simbol tersebut.

"Sepertinya ada indikasi pencaplokan fisik, kemudian upaya pencaplokan kebudayaan/kultural yang kedepannya akan mengakuisisi kedaulatan kita, ini nyata. Oleh karena itu saya mengimbau dan mengajak secara keras untuk membongkar ornamen-ornamen tersebut dan mengajak pemerintah kita dimulai dari Pemprov Babel untuk sepakat melakukan pembongkaran terhadap ornamen dan simbol-simbol tersebut di daerah kita, kecuali rumah ibadah," katanya kepada awak media, Kamis (9/1/2019).

Amri menjelaskan, kalau rumah ibadah tidak akan dilakukan pembongkaran, karena pembangunannya sudah sesuai aturan. 

Lanjut Amri menuturkan, ornamen yang dibangun ini seolah-olah diberikan dalam bentuk bantuan sumbangan dari China untuk meningkatkan pariwisata. Tetapi ini sebetulnya upaya pencaplokan secara kultural.

"Membangun ornamen-ornamen China mulai dari Kepulauan Natuna dan juga Kepulauan Babel, sudah banyak terbangun ornamen dan simbol-simbol itu. Sehingga bisa mereka klaim Indonesia sudah banyak dimasuki oleh China," ungkapnya.

"Mari kita sadar dan saya mengimbau pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mencermati ini, jangan sampai kita tetap bisu dan diam dengan segala upaya-upaya masif yang dilakukan untuk menjajah daerah kita ini," tegasnya lagi.

Untuk itu juga, Ia meminta pemerintah daerah khususnya, untuk melakukan inventarisir terlebih dahulu, mana ornamen atau simbol-simbol China yang dibangun di Babel ini.

"Mari kita mulai dari Babel, karena saya lihat kondisi disini sama dengan di Kepulauan Riau. Secara masif adanya bantuan-bantuan dari China untuk membangun ornamen itu, karenanya tolak dan kita inventarisir mana ornamen China yang ada di daerah kita yang dibangun seolah-olah untuk membantu pariwisata kita bongkar. Saya berharap betul, tapi inventarisir dulu. Kecuali  rumah ibadah," pinta ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Babel ini.

Amri juga mengaku, mendapatkan informasi dari tokoh nasional bahwasanya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, secara masif sumbangan mengalir ke Riau dan Babel untuk membangun ornamen dan simbol China. (BBR)


Penulis : Diko Subadya

Editor : Admin02

Sumber : Babelreview