Kelenteng Amal Utama Bersih dan Terawat

Admin
Kelenteng Amal Utama Bersih dan Terawat
Foto:Pras

 SUNGAILIAT, BABEL REVIEW -- Berdiri kokoh dan indah dengan arsitektur khas Tionghoa memberi warna tersendiri pada Kelenteng Amal Utama. Paduan warna dominan merah, kuning, dan hijau menambah kesan menarik dari tempat beribadah berhalaman luas dengan pagar yang mengelilinginya.

Tak ketinggalan, dua naga berwarna hijau yang membelit dua tiang utama di bagian depannya menambah keunikan pada kelenteng yang berlokasi di Jalan KH Agus Salim, Desa Duren, Kecamatan Pemali ini. Tempat ritual dengan sebuah altar di depannya ini biasanya juga menjadi salah-satu pusat keramaian pada event Sembahyang Rebut dengan patung thaiseja-nya, serta pada setiap tanggal satu dan 15 pada setiap penanggalan Imlek, sehingga cukup ramai didatangi warga sekitar. 

R Setiawan, bendahara Kelenteng Amal Utama mengatakan, ratusan warga sekitar memanfaatkan kelenteng untuk beribadah sehingga memberi manfaat terhadap warga Tionghoa di daerah ini. Apalagi saat perayaan Tahun Baru Imlek, dua tempat pembakaran uang kertas yang ada di samping kelenteng ini sering digunakan. 

“Kelenteng mendapat perhatian dari warga sekitar, sehingga perlu dijaga dan dirawat agar tetap bersih dan indah dipandang mata. Kelenteng ini sempat dicat ulang, terutama warna kuningnya, sehingga penampilannya seperti baru dan lebih menarik,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan kelenteng ini semakin maju, juga bisa mendapat dukungan donatur sehingga akan lebih terawat dengan baik. Untuk itu, masalah kebersihan pada halaman kelenteng tetap dijaga dengan baik agar memberikan kesan bagus sebagai tempat religius umat. Di mana tak hanya orang sekitar dan warga Bangka, kelenteng ini terkadang didatangi oleh wisatawan untuk singgah sembari melihat-lihat dan berfoto.

“Di sini ada petugas jaga dan kebersihan, sehingga tampak terawat dan bersih. Kami berharap kelenteng ini akan semakin maju ke depannya dan semoga memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar  Setiawan. (BBR)