Kerusuhan Satpol PP dengan Penambang Berujung Damai?

kasmirudin
Kerusuhan Satpol PP dengan Penambang Berujung Damai?
DPRD Bangka Belitung menggelar rapat membahas kasus tindak penertiban tambang Ilegal di Hutan Lindung Sijuk, Belitung yang melibatkan wakil gubernur Bangka Belitung, Satpol PP Babel, dan para penambang, Rabu (4/12/2019). (Foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kisruh mengenai kasus tindak penertiban tambang Ilegal di Hutan Lindung Sijuk, Belitung yang melibatkan wakil gubernur Bangka Belitung, Satpol PP Babel, dan para penambang terus bergulir.

Hari ini, Rabu (4/12/2019) Komisi I DPRD Bangka Belitung menggelar audiensi bersama Polda Babel dan Satpol PP Babel berkenaan dengan kejadian tersebut. Sebetulnya memang sudah banyak pertanyaan yang dilontarkan mengenai perkembangan penyelidikan oleh Polda Babel.

Namun dalam audiensi tersebut, dihasilkan semacam kesepakatan untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan cara kekeluargaan, jika dilihat dari jalannya pertemuan tersebut.

Anggota DPRD dari Partai Demokrat, Nico yang hadir pada pertemuan tersebut mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Satpol PP. Namun, juga bangga atas keberanian untuk menertibkan tambang ilegal tersebut.

"Saya salut dengan anggota Pol PP yang berjuang jiwa dan raga, meski perlu diakui ada langkah yang salah. Jika sedang mengawal gubernur dan wagub jangan lari satu langkah pun. Untuk itu mari kita bergandengan tangan demi bangsa dan negara," katanya.

Kasatpol PP Babel, Yamoa juga sepakat untuk tidak diperpanjang kasus tersebut.

"Kalau memang niat mereka begitu, kami juga dari Satpol PP sepakat ambil solusi terbaik. Agar  nanti hal ini menjadi pembalajaran bagi kita semua ke depan, agar Babel menjadi lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolda Babel, Kombes Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengapresiasi apa yang diinginkan dalam pertemuan tersebut. Ia juga akan segera melakukan koordinasi dengan jajarannya.

“Kita akan melaksanakan dialog dengan masyarakat untuk menjalankan solusi terbaik dan juga silaturahmi, antar kedua belah pihak ke depan akan ada koordinasi yang lebih baik," katanya.

Usai rapat tersebut, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya dihadapan awak media mengatakan, intinya dari kedua belah pihak, ingin menyelesaikan dengan cara kekeluargaan. Hanya saja hal ini masih tergantung dengan pihak kepolisian, seperti apa pengembangannya.

“Saya sengaja mengutus komisi I untuk bertemu masyarakat. Sesuai informasi yang kita dengar tadi, bahwa mereka menginginkan tidak ada lagi masalah yang diributkan. Supaya dapat penyelesaian yang win win solution. Begitu juga Satpol PP waktu kita tanya juga ingin hal yang sama ingin diselesaikan dengan cara kekeluargaan termasuk Pak wagub. Tetapi ini juga tergantung dengan pihak kepolisian, untuk itu kita minta dilakukan mediasi di Mapolda Babel," ujarnya.

Dengan adanya wacana damai ini, Didit mengungkapkan tidak ada indikasi lemahnya penegakkan hukum.

"Ke depannya perlu koordinasi lagi. Saya rasa ini tidak mengindikasikan lemahnya penegakkan hokum, kita jangan berfikir lain-lain. Ke depannya ini perlu dibina sesuai komitmen DRPD Babel," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Diko
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review