Keterbukaan Informasi Bawaslu Babel Baru 70 Persen

kasmirudin
Keterbukaan Informasi Bawaslu Babel Baru 70 Persen
Bawaslu Babel menggelar Bimtek Peningkatan Kualitas SDM Bagi Bawaslu kabupaten/kota se Babel Dalam Bidang Kehumasan pada tanggal 8-10 Oktober 2019 di Soll Marina Hotel, Bangka Tengah. (Foto: Lala)

PANGKALANBARU, BABELREVIEW.CO.ID -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memasuki usia 7 tahun, sejak menjadi lembaga permanen pada tahun 2012. Meski tergolong muda, sebagai badan publik Bawaslu Babel bertanggung jawab untuk terus meningkatkan performa dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu dan juga fungsi keterbukaan informasi.

Oleh karena itu, Bawaslu Babel berinisiasi menggelar Bimtek Peningkatan Kualitas SDM Bagi Bawaslu kabupaten/kota se Babel Dalam Bidang Kehumasan pada tanggal 8-10 Oktober 2019 di Soll Marina Hotel, Bangka Tengah.

Kasubbag Hukum, Humas dan Hubal, Yaumil Ikrom mengatakan, kegiatan ini adalah kali pertama diselenggarakan, yang mana menitikberatkan pada penulisan berita dan fotografi jurnalistik. Pendalaman materi lebih lanjut rencananya akan dibahas pada tahap kedua di bulan November. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan mengenai ilmu jurnalistik guna pengembangan website Bawaslu provinsi dan Bawaslu kabupaten/kota. Tidak sampai tingkatan professional, tapi setidaknya mampu untuk mengimplementasikan apa yang didapatkan dari kegiatan ini.

Kepala Sekretariat Bawaslu Babel, Ari Susanto mengatakan sejauh ini capaian reformasi birokrasi Bawaslu di tahun 2019 khususnya dalam keterbukaan informasi masih mencapai 70 %.

“Dengan didukung oleh ketersediaan anggaran dan sarana prasarana, seharusnya lebih baik lagi kedepannya,” kata Ari.

Sementara anggota Bawaslu Babel, Dewi Rusmala mengatakan, bahwa penyelenggara Pemilu itu ada tiga lembaga, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilihan Umum (DKPP). Namun secara umum di masyarakat yang lebih dikenal adalah KPU.

“Masih sering kita mendengar orang menyebut Bawaslu dengan sebutan Banwaslu dan Panwaslu. Itu hanya penyebutan nama. Apalagi soal kerja Bawaslu, program dan kegiatannya masih banyak yang tidak tahu. Sehingga menjadi tugas kita untuk menunjukkan eksistensi Bawaslu melalui website dan PPID,” jelasnya.

Tagline Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Bawaslu, “Bawaslu Terbuka Pemilu Terpercaya” sebagai media untuk melayani masyarakat yang membutuhkan data kepemiluan. (BBR)


Penulis  : Lala
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review