KKN UBB Ajak Anak-Anak Desa Gadung Amalkan Biosentrisme

Admin
KKN UBB Ajak Anak-Anak Desa Gadung Amalkan Biosentrisme
anak-anak desa untuk mendaki Gunung Gadung foto :Trisna Malinda

TOBOALI, BABEL REVIEW -- Puluhan anak Desa Gadung bersemangat dalam mengikuti setiap program yang dicanangkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Bangka Belitung (KKN Tematik UBB) Angkatan XIII. KKN UBB ini mempunyai fokus kajian dalam bidang literasi, yaitu mengembangkan potensi literasi dengan menggerakkan kesadaran masyarakatnya. Berbagai macam program telah dijalankan salah satunya adalah Alih Ilmu atau pengajaran secara intensif kepada anak-anak di Desa Gadung, Kecamatan Toboali,  Kabupaten Bangka Selatan.

Melalui pengajaran itulah mahasiswa KKN UBB menggerakkan kesadaran masyarakat mengenai edukasi yang dimulai sejak dini, juga untuk dapat lebih dekat dengan anak-anak.Untuk mengembangkan destinasi wisata di Desa Gadung, Pemerintah Desa Gadung yakin akan potensi yang ada pada Gunung Gadung yaitu sebuah bukit yang terletak di Desa Gadung.

Pada tanggal 20 Juli 2018 pukul 16.30 WIB, mahasiswa KKN UBB mengajak anak-anak desa untuk mendaki Gunung Gadung. Terdapat belasan anak-anak ikut andil mendaki Gunung Gadung. Dalam proses pendakian, anak-anak diajarkan berbagai kiat dan pemahaman dalam menjaga lingkungan atau disebut dengan biosentrisme.

Biosentrisme merupakan salah satu jenis dari etika lingkungan hidup yang tidak hanya berbicara mengenai perilaku manusia terhadap alam tetapi berbicara mengenai semua relasi di antara semua kehidupan, yaitu antara manusia dengan manusia yang mempunyai dampak pada alam atau antara manusia dengan makhluk hidup lain atau dengan alam secara keseluruhan.

Hal paling kecil yang dapat dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, mahasiswa dan anak-anak bersama memungut sampah yang berserakan di sekitar Gunung Gadung. Sampah yang dipungut berupa plastik-plastik makanan yang dibuang atau disisakan oleh pekerja-pekerja yang membangun tapak wisata Gunung Gadung.

Masing-masing anak membawa sebuah plastik kresek yang digunakan sebagai wadah untuk menampung sampah. Pentingnya memahami lingkungan sejak dini dapat menjadikan anak-anak untuk lebih mencintai serta memelihara lingkungan, terutama daerah sekitarnya.

Mahasiswa KKN UBB, Engki Gunawan berharap agar anak-anak dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan hal tersebut harus ditanamkan sejak dini."Semoga anak-anak ini dapat lebih peduli dengan lingkungan sejak kecil, karena kalau bukan kita yang memulai dan menjaga alam, siapa lagi? Dan ini juga untuk generasi-generasi yang akan datang nanti." imbuhnya. (BBR)


Penulis :Trisna Malinda
Editor   :Fennie
Sumber :Babelreview