Komoditas Sayuran Dorong Deflasi di Babel

Admin
Komoditas Sayuran Dorong Deflasi di Babel
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangka memantau harga barang kebutuhan pokok di Pasar Kite Sungailiat dan Pasar Higienis Air Ruai, Senin (4/6)/2018.(foto:Irwan)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Pada Agustus 2019 kelompok bahan makanan di Bangka Belitung mengalami deflasi sebesar -0,04 persen dibanding bulan lalu. Kondisi ini berbeda dari bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,20 persen (mtm).

Hal tersebut dikatakan Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung Edy Josinar Purba dalam rilisnya, Rabu (11/9/2019). Bahan makanan tercatat memberikan andil deflasi sebesar -0,011 persen. Deflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh deflasi pada komoditas sayur-sayuran. Namun cabai merah dan cabai rawit masih mengalami inflasi pada Agustus. Inflasi cabai ini disebabkan adanya kemarau panjang dan pergeseran jadwal panen di sentra produksi sehingga suplai cabai dari sentra produksi menjadi berkurang.

Sementara itu, sub kelompok ikan segara masih mengalami inflasi terutama di Kota Pangkalpinang. Ikan kembung, ikan kerisi, ikan tongkol dan ikan hapau merupakan komoditas dari sub kelompok ikan segar yang berada dalam sepuluh komoditas penyumbang inflasi pada Agustus 2019 di Pangkalpinang.

“Pada September 2019, Bangka Belitung diperkirakan akan kembali mengalami deflasi sehubungan dengan tidak adanya event besar atau hari raya keagamaan. Selain itu, beberapa komoditas pada bahan makanan juga diperkirakan akan mengalami deflasi seiring dengan akan terjadi panen raya beberapa komoditas, seperti cabai dan bawang merah di bulan September. Namun, tetap perlu diwaspadai ancaman gagal panen mengingat tahun 2019 terjadi musim kemarau yang cukup panjang dan masih berlangsung hingga saat ini,” jelas Edy.

Selain itu sub kelompok ikan segar juga perlu terus diwaspadai mengingat sampai dengan Agustus 2019 beberapa jenis ikan masih memberikan sumbangan inflasi cukup besar terutama di Pangkalpinang. Sedangkan biaya pendidikan akan mengalami normalisasi setelah satu bulan berjalan untuk tahun ajaran baru. Melihat kondisi tersebut, diperkirakan inflasi Bangka Belitung masih dalam rentang inflasi yang diharapkan yaitu sebesar 3,5% ± 1 persen (yoy).

Dalam rangka meningkatkan efektifitas pengendalian inflasi, upaya peningkatan ketersediaan pangan harus terus dilakukan mengingat adanya kemungkinan terjadi gagal panen akibat musim kemarau yang panjang di tahun ini.

Selain itu beberapa upaya lain juga harus dilakukan antara lain, perlunya terobosan kebijakan atau program dalam pengendalian harga ikan, perlunya fokus pada review kegiatan perikanan, database perikanan khususnya komoditas konsumsi lokal pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan, analisa kendala yg dihadapi nelayan terkait perolehan hasil ikan, perlu sinergi program yang erat antara Prov. Babel bersama TPID Pangkalpinang dan Tanjungpandan, mengadakan kajian Potensi BUMD Pangan untuk menjembatani Pedagang Lokal dan Daerah Penghasil, penyebaran informasi Pasar Murah yang lebih masif dan terencana serta menjaga harmonisasi Sinergi yg erat antara TPID dan Satgas Pangan Babel. (Irwan/BBR)


Penulis : Irwan
Editor   :Ahada
Sumber :Babelreview