Mencari Damai di Pantai Debilai

Admin
Mencari Damai di Pantai Debilai
Foto: Ichsan

Tersesat di satu tempat yang indah, kenapa tidak? A palagi dengan begitu, justruAnda dapat puas menikmati keindahannya tanpa banyak gangguan.
BELITUNG SIJUK, BABELREVIEW -- Satu lagi pantai indah di Belitung yang selama ini belum banyak terjamah oleh traveler. Pantai Bebilai namanya. Terletak di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, pantai tersembunyi ini sungguh menawarkan ketenangan bagi siapa saja yang menyambanginya.


Letak Pantai Bebilai yang sejatinya berada pada satu garis pantai pada kawasan Belitung bagian Barat Laut menjadi jaminan bahwa pantai tersebut menghadirkan panorama yang menawan. Seperti pantai-pantai "tetangga" nya semisal Pantai Bukit Berahu dan Pantai Tanjung Kelayang, ciri khas bebatuan besar dengan pasir putih dan air laut jernih sudah pasti menjadi menu sajian utama.


Perbedaanya dengan pantai lain ya karena pantai ini relatif masih sepi pengunjung, tapi dengan begitu justru akan membuat traveler yang datang seperti berada di "pantai pribadi" di mana ia dapat menikmati sepuasnya landscape Pantai Bebilai tanpa perlu ada keramaian di sekitarnya. Pantai Bebilai bertipikal pasir pantainya yang landai. Saat cuaca cerah, air lautnya yang jernih di bibir pantai akan tertembus sinar matahari yang membuat permukaan pasirnya terlihat jelas.
Pada beberapa titik, keberadaan rumput laut juga membuatnya makin terlihat cantik. Karena landai, pantai ini aman bagi traveler untuk 'bermain' air, berbasah-basahan di tengah ketenangan Pantai Bebilai. Bagi traveler pecinta fotografi, setiap sudut Pantai Bebilai adalah spot menarik untuk menjadi bidikan kamera. Pepohonan hijau masih sangat subur dan asri tumbuh di tepi pantai.


Bayangkan perpaduan hijau segar dari dedaunan menyatu satu frame dengan pasir putih mengkilap serta biru air laut bercahaya. Untuk "objek mainstream", tentu formasi bebatuan granit berukuran besar akan selalu menarik untuk dibidik. Belum ada fasilitas umum yang tersedia di Pantai Bebilai. Warungwarung makan tak ada di sini. Jadi traveler sebaiknya menyiapkan terlebih dahulu bekal makan dan minum dari rumah. Selanjutnya, duduk di atas tikar atau bersantai pada hammock (yang traveler bawa sendiri) jadi cara yang sederhana, namun sempurna dalam menikmati kedamaian. Hanya berjarak sekitar 20 KM saja dari pusat Kota Tanjungpandan. Tidak lebih dari waktu 30 menit, traveler sudah bisa sampai ke pantai yang berdekatan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjungkelayang itu. (BBR)


Penulis  : Ichsan Husein
Editor    : Sanjay
Sumber : Babel Review