Menjamurnya UMKM mendatangkan angin segar bagi Bangka Belitung

Admin
Menjamurnya UMKM mendatangkan angin segar bagi Bangka Belitung
Foto: IST

UMKM merupakan usaha produktif yang dipunyai seseorang maupun badan yang sudah memenuhi persyaratan sebagai usaha mikro. Seperti telah diatur dalam UU Nomor 20 tahun 2008, kriteria UMKM dapat dibedakan menjadi usaha Mikro, usaha Kecil, dan usaha Menengah.

Terdapat beberapa regulasi UMKM yang menjadi dasar hukum Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) seperti Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 222, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil, Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1814, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 2018, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM ada 56 juta unit UMKM atau 99% dari seluruh pengusaha di Indonesia. Terdapat 107 juta masyarakat yang bergelut dalam sektor UMKM.

UMKM berkembang pesat di Indonesia begitu pula dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Desa Kurau Kabupaten Bangka Tengah. Terdapat banyak UMKM yang berkembang dalam berbagai sektor, salah satunya sektor kuliner khas Bangka salah satu yaitu getas. Getas merupakan makanan ringan berbentuk bulat panjang, berbahan baku dari ikan segar.

Di Kurau terdapat satu UMKM yang sedang naik daun yaitu UMKM Gurih DD Desa Kurau. Pada awalnya UMKM ini di bentuk oleh sekelompok masyarakat di Desa Kurau namun seiring berjalannya waktu usaha ini semakin berkembang pesat dan menjadi ikon kuliner Desa Kurau. Hal tersebut berbuah respon positif dan perhatian khusus baik dari masyarakat maupun dari pemerintah setempat. Sampai pada puncaknya UMKM ini berhasil menyabet Penghargaan Anugerah Pramakarya.

UMKM ini sekarang menjadi fenomena baru yang terjadi, dimana yang awalnya masyarakat memandang dengan sebelah mata dan menyepelekan usaha-usaha kecil kini beralih menjadi ketertarikan lebih karena sangat menjanjikan dan memiliki prospek yang cerah kedepannya.

Masyarkat mulai merintis bisnisnya masing-masing dari berbagai sektor, Deputy General Manager JNE, Hasmeliyani Suseno menjelaskan, peluang pelaku UMKM lokal di lingkup mancanegara sangat terbuka. Menurutnya, seiring bertumbuhnya ekonomi digital tersebut, maka menuntut semua pihaknya untuk terus berinovasi dan memantapkan strategi. Banyak kemudahan yang didapatkan pelaku usaha UMKM ini dari segi digital/online. Mulai dari transportasi, distribusi, pemasaran dan jangkauan terhadap konsumen lebih luas.

Menurut penulis, UMKM merupakan bisnis yang sangat menjanjikan dan diharapkan dapat berkembang pesat di Bangka Belitung. Kementerian Koperasi dan UMKM, pada tahun 2017 kontribusi UMKM pada PDB mencapai 60,34%. Kontribusi ini masih bisa di tingkatkan, UMKM berperan dalam porsi ekspor di Indonesia hanya 15,7%. Berdasarkan pengalaman pada 1998 dan 2012 UMKM dapat bertahan dari krisis ekonomi, ini terlihat dari dari pertumbuhan positif yang dicapai UMKM pada saat-saat krisis.

 


Penulis             : Alfi Syahrin Mv (Akuntansi 2017 Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung)