Ngayau Ke Danau Kaolin

Admin
Ngayau Ke Danau Kaolin
Foto:Ichsan Husein
mark wisatawan asal Spanyol' Foto:Ichsan Husein
mark wisatawan asal Spanyol' Foto:Ichsan Husein

TANJUNGPANDAN, BABEL REVIEW -- Motor matik itu buru-buru diparkir. Air biru yang sudah tampak dari kejauhan membuat Mark ingin segera melihatnya dari dekat. Mark yang pergi bersama kekasihnya, akhirnya sampai ke Danau Kaolin yang populer itu.

 "It's amazing. Gradasi warna air yang terkena pantulan sinar matahari membuatnya sungguh indah. Ini keren," ungkap wisatawan asal Spanyol ini kepada Babel Review. Mark sudah beberapa hari berlibur di Belitung. Ia sengaja menyewa sepeda motor untuk mengeksplor keindahan Negeri Laskar Pelangi.

 Berbekal informasi dari internet, Mark kemudian menjelajahi Belitung dengan bantuan aplikasi peta pada smartphone. Menikmati keindahan Danau Kaolin dari dekat membuatnya takjub. Bahkan ia sempat mengira bahwa pasir putih yang berada di danau ini adalah garam.

Babel Review pun menjelaskan kepadanya bahwa pasir putih yang dimaksud adalah kaolin yang merupakan salah satu material tambang andalan di Belitung. Kaolin nantinya digunakan sebagai bahan pembuatan kosmetik, pasta gigi, dan lain sebagainya.

Berada di Desa Air Raya, Danau Kaolin ini dapat ditempuh sekitar 15 menit saja dari Kota Tanjungpandan. Destinasi wisata yang satu ini makin populer karena selalu masuk dalam itenerary yang disiapkan biro perjalanan wisata.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Kaolin adalah siang hari. Walau harus berpanaspanasan, wisatawan akan melihat "Danau Kaolin di Belitung mirip dengan objek wisata Pamukkale di Turki serta Blue Lagoon di Islandia, namun...." keindahan Danau Kaolin secara sempurna terutama karena warna air yang terlihat sangat biru. Di sisi sebelah kiri, danau terlihat seperti lubang besar dengan volume air yang penuh.

Sementara di sisi kanan, di antara air berwarna biru tampak beberapa daratan menyerupai pulau-pulau kecil yang membuat pemandangan Danau Kaolin begitu eksotis. Wisatawan tentu harus berhati-hati saat berada di kawasan ini, karena aktivitas penambangan kaolin masih aktif dilakukan.

Walaupun begitu, ada pagar pembatas agar orang-orang tidak terlalu dekat dengan danau demi memastikan keamanan wisatawan. Pemandangan lain yang tak kalah menariknya ada di bagian barat danau di seberang jalan. Ada gundukan pasir putih yang menjulang tinggi yang juga kerap jadi spot favorit untuk memotret. Tapi lagi-lagi wisatawan harus aware terhadap keselamatannya karena lokasi ini juga masih aktif, di mana masih terlihat alat-alat berat seperti PC beroperasi di sekitarnya.

Objek wisata Danau Kaolin di Air Raya tentu bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang barangkali tak melulu ingin mengunjungi pantai. Apalagi danau dengan pemandangan seperti ini cukup langka. "Ini malah kayak di luar negeri" kata Virgi, pria asal Lampung yang belum lama tinggal di Belitung.

Ia menyebut Danau Kaolin di Belitung mirip dengan objek wisata Pamukkale di Turki serta Blue Lagoon di Islandia, namun Virgi punya ekspektasi lebih. Ia berharap Danau Kaolin bisa dipercantik lagi dengan itemitem khas objek wisata agar wisatawan memiliki kesan yang mendalam saat datang ke tempat ini. "Tapi overall, Danau Kaolin Belitung ini bagus. Cocok untuk tempat ngayau (main, bahasa Belitung-red)," pungkas Virgi. (BBR)


Penulis :Ichsan Husein
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview