Nikmat Membawa Petaka Bagi Kaum Milenial

kasmirudin
Nikmat Membawa Petaka Bagi Kaum Milenial
Eqi Fitri Marrhan.

PERUBAHAN zaman yang modern ini, membuat pergaulan anak muda sudah semakin menyimpang serta menyalahgunakan sesuatu hanya untuk mendapatkan kepuasan tersendiri. Hal yang dilakukan anak muda zaman sekarang sudah jauh dari norma-norma yang berlaku. Rasa penasaran yang sangat tinggi akan hal-hal yang baru membuat anak muda zaman sekarang memanfaatkan sesuatu yang bersifat negatif, merusak nama baik diri sendiri, juga merusak nama baik keluarga dan bangsa.

Jakarta, Kompas.com -- Wakil Direktur Tindak Pindana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes John Turman Panjaitan menilai, beredarnya liquid rokok elektrik (vape) yang mengandung narkoba tidak terlepas dari gaya hidup anak muda zaman sekarang yang banyak menggunakan rokok jenis ini. "Dari gaya hidup Electric Cigaret generasi muda, mahasiswa paling banyak menyalahgunakan ini. Itu dilihat oleh pangsa pasar luar negeri. Lalu dicampurkan vape ini (dengan narkoba)," jelas kata John dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Berbagai macam cara produksi dibuat untuk menarik perhatian masyarakat yang bertujuan, agar terciptanya suatu omset dari penjualan barang semakin disalahgunakan dengan motif-motif tertentu. Setelah banyaknya perubahan-perubahan yang diterima oleh kalangan remaja, rokok elektrik atau yang biasa disebut vape kini sudah menjadi kewajiban kedua setelah telepon genggam.

Selain menarik dan memiliki varian rasa yang bermacam-macam, vape saat ini sudah menjadi suatu hal yang bergengsi di kalangan mahasiswa. Dengan adanya vape atau rokok elektrik, kini kalangan remaja maupun dewasa sudah meninggalkan sedikit demi sedikit rokok secara umum yang biasa dikonsumsi oleh anak laki-laki. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa rokok yang secara umum dikonsumsi masih tetap dikonsumsi oleh sebagian orang. Namun, pada kenyataannya rokok tidak hanya dikonsumsi oleh anak laki-laki saja, melainkan anak perempuan pun banyak yang menkonsumsi rokok.

Sayangnya, remaja di era modern saat ini menggunakan suatu hal hanya untuk keperluan pribadinya sendiri. Dengan contoh lain banyak mahasiswa yang hanya bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya dirinya melalui rokok secara umum maupun rokok elektrik (vape). Dengan begitu, ia akan merasa dipandang luhur maupun hebat, karena sudah mencoba suatu hal yang sudah tidak asing lagi. Walaupun sebenarnya rokok itu sudah menjadi hal yang biasa, namun tetap masih banyak orang yang tidak menempatkan dirinya secara bijak saat menggunakan rokok. Tujuan awalnya adalah untuk meningkatkan rasa percaya diri, namun disamping itu masih sangat banyak anak remaja yang tidak melihat baik-buruk suatu hal untuk kesehatannya. Yang terpenting adalah menciptakan kepuasan untuk dirinya sendiri.

Sudah jelas diperingatkan bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Namun tetap saja itu semua tidak menghalangi keinginan anak remaja untuk terus mencoba. Rokok bersifat candu, sama halnya dengan alkohol maupun narkoba. Sekali sudah mencoba, kita tidak mampu lepas dari salah satu hal yang dapat merusak organ tubuh. Maraknya rokok elektrik yang digunakan oleh seluruh kalangan baik remaja maupun dewasa, kini beredar suatu berita bahwa vape dicampur oleh narkoba.

Jelas disini bahwa semata-mata suatu hal yang baru akan dikaitkan dengan hal yang sangat merugikan. Semakin banyak kita menkonsumsi rokok elektrik, semakin banyak pula kandungan narkoba yang masuk ke dalam tubuh kita. Secara perlahan narkoba yang berbentuk rokok elektrik itu akan mengendap di dalam tubuh dan akan merusak secara permanen yang kemungkinan besar menyebabkan tingginya tingkat kematian anak di umur yang sangat muda. Bahwasannya kematian adalah mutlak suatu takdir yang diberikan oleh Allah, tetapi ketika kita sebagai makhluk tidak memanfaatkan secara baik organ tubuh yang diberikan oleh Allah, maka organ tubuh itu sendiri yang akan merenggut jiwa manusia.

Maka dari itu, mari kita tinggalkan apa yang merugikan untuk diri kita sendiri. Cobalah lakukan hal-hal yang positif dengan melakukan aktivitas-aktivitas bermaanfaat lainnya. Banyak hal bermanfaat yang bisa kita lakukan dengan tidak melampaui batas. Semua berbalik lagi kepada pribadi masing-masing. Ketika kita merasa bahwa sesuatu bersifat merugikan, ada baiknya ditinggalkan. Namun, jika hal itu tidak juga membuat kita sadar akan hal-hal yang merenggut nyawa, berarti bisa disimpulkan bahwa kita sudah siap dengan sebuah kehancuran. (BBR)


Penulis  : Eqi Fitri Marrhan, mahasiswa Stisipol Pahlawan 12 Sungailiat Bangka. (CJ)
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review