Opini: Dilema Skripsi

kasmirudin
Opini: Dilema Skripsi
: Eqi Fitri Marehan. (ist)

BABELREVIEW.CO.ID -- Semenjak menginjakkan kaki di sekolah tinggi atau yang kita kenal universitas, atmosfer dunia seakan terasa berbeda. Kuliah merupakan hal baru bagi saya dan pikiran saya. Pendidikan didunia perkuliahan yang cenderung menuntut pada mahasiswa baru belajar secara mandiri dan terarah.

Meskipun awalnya sulit tetapi perlahan tapi pasti, semua berubah menjadi terbiasa. Semua adaptasi dari porsi sebagai siswa menjadi mahasiswa memberikan gambaran betapa dunia perkuliahan sangat berbeda. Terlebih pada jenjang perkuliahan tepatnya strata satu, seorang mahasiswa akan dikenakan fase tugas akhir/ skripsi. Sebutan dan prosedurnya pun berbeda antara satu sekolah tinggi  dengan universitas lainnya. Berbeda dengan sekolah yang diakhiri dengan sebuah ujian nasional, perkuliahan mengharuskan mahasiswa lolos dalam sidang skripsi yang banyak dikenal mencekam.

Layaknya menentukan hidup dan matinya seseorang dalam dunianya, skripsi banyak dikenal menjadi momok yang menakutkan, dan bahkan menjadi batu sandungan bagi kebanyakan mahasiswa. Dan saya pun setuju, tetapi fase ini lah yang membedakan mana siswa dan mahasiswa. Mahasiswa pada fase ini dianggap telah mampu atas semua teori yang telah diambil selama perkuliahan. Alhasil diakhir kuliah, seorang mahasiswa dihadapkan kepada suatu permasalahan sesungguhnya, dan ditantang untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan apa yang telah dipahaminya dan dimilikinya.

Namun, pada proses pengerjaan skripsi ada banyak hal yang menjadi kesulitan atau rintangan. Kesulitan ini sendiri bisa datang dari internal maupun eksternal pada diri mahasiswa. Kecenderungan proses pembelajaran yang selalu teoritis, membuat mahasiswa seakan lupa pada praktikal. Banyak pendapat mengatakan tidak selalu teori sesuai dengan prakteknya. Dan mungkin iya, sehingga akan terjadi sedikit ketimpangan bagi seorang mahasiswa saat mengerjakan skripsi.

Hal pertama yaitu, tempat riset. Hal ini menjadi satu dari beberapa kesulitan ataupun batu sandungan bagi seseorang yang sedang mengerjakan skripsi. Kenapa? pada dasarnya tempat riset bisa jadi sebagai sumber data pada skripsi maupun sebagai tempat implementasi solusi yang diberikan pada topik yang diangkat dalam skiripsi.

Tetapi pada kenyataannya mencari permasalahan pada sebuah intansi/lembaga bukanlah perkara mudah, kalaupun ada belum tentu permasalahan yang dihadapi suatu instansi sesuai dengan topik yang akan kita angkat. Dan tidak tentu apakah suatu instansi bersedia menjadi bahan riset untuk skripsi. Hal tersebut wajar dan sangat normal, suatu instansi berhak untuk menjaga data pribadi mereka, dan bisa jadi suatu instansi tidak bersedia karena lingkup mereka masih kecil dan belum diperlukan solusi yang ditawarkan. Sehingga ini menjadi poin bagi seorang bagi mahasiswa tingkat akhir, perlu dipertimbangkan ketika ingin merencakanan skripsi dimana akan melakukan riset yang sesuai dengan topik skripsi.

 

Halaman selanjutnya >>


Penulis  : Eqi Fitri Marehan, mahasiswa Stisipol 12 Sungailiat – Bangka semester 8 jurusan Ilmu Komunikasi (CJ)
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review