Optimis Raih Global Geopark

Admin
Optimis Raih Global Geopark
Foto:Vera Vlesia

Dalam kunjugan Mereka Ke Belitung Timur (Beltim) para penilai mengunjungi tiga dari tujuh geosite yang ada, yakni Geosite Open Pit Nam Salu di Kecamatan Kelapa Kampit, Geosite Burung Mandi Kecamatan Damar dan Geosite Tebat Rasau Kecamatan Simpang Renggiang. Bukan hanya meninjau, anggota tim penilai juga berinterakasi dengan komunitas, pelaku serta masyarakat di tiap-tiap geosite.

Sambutan dari masyarakat sangat tinggi karena di seluruh geosite yang dikunjungi masyarakat berduyun-duyun datang untuk memberikan dukungan.      Tingginya dukungan oleh masyarakat membuat Bupati Beltim, Yuslih Ihza merasa optimis Pulau Belitong akan memperoleh status Global Geopark dari UNESCO.

“Insha Allah kita optimis. Dukungan dan komitmen dari masyarakat merupakan kunci utama agar status global geopark bisa kita raih,” kata Yuslih. Selain itu, Yuslih melihat kesan yang baik terhadap geopark Pulau Belitung juga diberikan oleh tim penilai. Ia pun meminta agar seluruh pihak dapat mendoakan Pulau Belitong dapat sukses meraih status global geopark secepatnya.

“Harapan kita status kehormatan tersebut dapat diraih. Status akan menjadi sebuah kebanggaan, dan memberikan dampak positif terutama bagi pengembangan pariwisata di Pulau Belitong,” ujar Yuslih. Sementara itu, Ketua Geopark Belitong, Yuspian menyatakan sejauh ini semua proses assessment berjalan dengan baik. Tim penilai

menyampaikan banyak hal yang membuat mereka takjub, baik itu tentang keanekaragaman geologi, biologi, budaya, termasuk keramahan penduduk dan keindahan alam yang ada di Belitong. “Dari komentar yang disampaikan, sepertinya mereka sangat terkesan. Mudah-mudahan hasil akhirnya akan positif, dalam arti Geopark Belitong dapat disetujui (lolos) menjadi salah satu anggota UNESCO Global Geopark (UGGp),” kata Yuspian. Ia menambahkan, status UGGp hanya berlaku selama empat tahun, dan selanjutnya akan diadakan

revalidasi, apakah masih layak menjadi anggota UGGp atau tidak. Karena, geopark sendiri merupakan kegiatan yang berkelanjutan. “Sejauh ini kami dari manajemen BP (Badan Pengelola Geopark-red) telah berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan penilaian terbaik. Kita berdoa semoga mendapat hasil terbaik,” tutupnya.          Selain berkunjung ke tiga geosite tersebut, tim penilai juga mengunjungi peternakan lebah di Manggarawan Manggar, Meseum Kata Andrea Hirata Gantung, serta Demplot Laboratorium di Desa Lenggang Gantung. Usai melakukan kunjungan ke beberapa tempat, tim akan memaparkan dan mengevaluasi hasil kunjungan ke seluruh geosite untuk dibahas di kantor Pusat Unesco di Paris, Perancis. (BBR)

Sebelumnya