Pemprov Bangka Belitung Bina Organisasi Perempuan di Kabupaten Bangka

Admin
Pemprov Bangka Belitung Bina Organisasi Perempuan di Kabupaten Bangka
foto: Irwan

SUNGAILIAT, BABEL REVIEW – Kondisi dan posisi perempuan di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan, antara lain di bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan budaya. Hal itu menunjukkan bahwa perempuan masih menjadi kaum yang termarjinalkan sehingga persoalan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan.

Hal tersebut dikatakan Plt kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka Boy Yandra dalam kegiatan pembinaan organisasi perempuan, Kamis (19/7) di Novilla Boutique Resort.

Boy menjelaskan, pemberdayaan perempuan bidang ekonomi menjadi salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan, karena itu penguatan dan optimalisasi secara berkelanjutan dalam kehidupan ekonomi merupakan hal penting yang harus dilakukan.

Selain itu, kualitas perempuan yang kurang menggembirakan merupakan akibat dari pendekatan pembangunan yang belum mengindahkan kesetaraan dan keadilan gender. Hal ini berawal dari perlakuan diskriminasi terhadap perempuan yang menyebabkan perempuan kurang memiliki akses, partisipasi, kontrol serta kurang memperoleh manfaat dari hasil pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Kabid PKH Wardiah menambahkan, pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berkomitmen terhadap kemajuan program pemberdayaan perempuan dengan meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing, berbasis agrobisnis, agroindustri dan industrialisasi dengan strategi pembangunan pertumbuhan ekonomi berpihak pada rakyat miskin sebagai wujud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Kepala DPCA3KB Bangka Belitung Susanti menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan pembinaan organisasi perempuan dalam rangka pemberdayaan ekonomi perempuan, diantaranya untuk meningkatkan kapasitas SDM perempuan yang maju dan mandiri pada bidang ekonomi serta mampu meningkatkan kontribusi dan keikutsertaannya dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi dan pembangunan di berbagai sektor kehidupan lainnya.

Diharapkannya, dalam pelaksanaan kegiatan ini dapat menggugah partisipasi perempuan dalam mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, serta dapat memiliki pendapatan mandiri sehingga kesejahteraan keluarga dapat meningkat dan peningkatan kwalitas hidup perempuan dapat terwujud.

“Apapun profesi perempuan baik sebagai pekerja maupun sebagai ibu rumah tangga dimana perempuan memegang peranan penting  dalam pembangunan,” ujar Susanti. (Irwan)


Penulis :Irwan
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview