Pentingnya Pelatihan Staf Keuangan Desa dan Pendampingan Akuntan Desa di Bangka Tengah

Admin
Pentingnya Pelatihan Staf Keuangan Desa dan Pendampingan Akuntan Desa di Bangka Tengah
foto:IST

Dengan UU Nomor  6 Tahun 2014 tentang Desa, desa diberikan kesempatan yang besar untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri, termasuk pengelolaan keuangannya, serta melaksanakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa. Dengan lahirnya UU Desa, pemerintah desa diharapkan dapat lebih mandiri dalam mengelola pemerintahan , dalam menggali dan mengelola berbagai sumber daya alam yang dimilikinya, termasuk dalam pengelolaan kekayaan milik desa. Maka dari itu, staf keuangan desa juga memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini.

Setiap desa akan menerima pencairan dana desa dari masing-masing provinsinya. Tetapi dalam proses pencairan dana tersebut, masing-masing desa harus melaporkan terlebih dahulu laporan realisasi dana desa sebelumnya agar dapat mencairkan dana berikutnya melalukan aplikasi yang disediakan oleh Kementrian Keuangan yaitu OM-SPAN ( Online Monitoring sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) guna untuk memantau transaksi dalam sistem perbendaharaan dan anggaran negara dan menyajikan informasi sesuai kebutuhan yang  di akses melalui jaringan yang berbasis web. Akan tetapi yang jadi permasalahnnya yaitu, kurangnya tenaga akuntan di tiap-tiap desa yang ada di Bangka Tengah memang menjadi permasalahan telatnya pengumpulan laporan realisasi dana desa.

Maka dari itu, diperlukan sekali pelatihan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan pengertahuan mulai dari metode  atau teknik dan praktik akuntansi bagi para staf keuangan desa guna untuk menuju tata kelola keuangan desa yang transparan, akuntabel dan bertanggungjawab, karena setiap desa harus memiliki  tata kelola keuangan yang valid dan lebih terjamin. Pelatihan juga bermanfaat guna memperlancar kualitas kerja mereka, mengingat dana desa yang akan dikelola bukan dalam jumlah yang sedikit, maka besar kemungkinan akan terjadi kesalahan saat penginputan data dalam pelaporan keuangan.

Hampir semua desa yang ada di Bangka Tengah, para staf keuangannya tidak memiliki basic akuntan,ada yang hanya lulusan SMA / SMK, ada juga yang merangkap dari guru PAUD menjadi staf keuanagan.  Maka dari itu mereka belum mahir dalam pengelolaan pelaporan keuangan.  Hal tersebutlah yang menjadi salah satu permasalahan keterlambatan pengumpulan laporan realisasi dana desa. Karena kurangnya pengetahuan terhadap sistem pelaporan keuangan tersebut dan  kurang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul pada saat penginputan data  yang akan menyebabkan keterlambatan pengumpulan laporan keuangan dana desa.

Meskipun sekarang semua desa sudah melakukan pelaporan keuangan menggunakan aplikasi yaitu siskeudes, tetap saja kendala-kendala dilapangan tidak dapat dihindari seperti eror system, double entry yang akan membuat laporan keuangan menjadi tidak balance, dan beberapa permasalahan lainnya.

Aplikasi Siskeudes sendiri merupakan aplikasi yang disediakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia secara gratis. Tujuan pembuatan aplikasi ini yaitu dalam rangka mengawal transparansi pengelolaan  keuangan desa. Aplikasi ini dibuat karena SDM perangkat desa sangat minim dalam hal keuangan desa, padahal dana yang harus dikelola sangat banyak.

Akan tetapi, penyediaan aplikasi saja tidak cukup, tetap harus diimbangi dengan pelatihan yang memadai. Adapula pelatihan yang harus diselenggarakan antara lain pembekalan konsep dan dasar-dasar akuntansi dalam pengelolaan dana desa berdasarkan PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang  SAP, bimbingan teknis dan pelatihan aparat desa terkait tata kelola desa menuju Good Village Governance khususnya terkait akuntansi keuangan desa, serta sosialisasi dan prioritas penggunaan dan peneglolaan dana desa dan pembekalan pelaporan dana desa.

Tidak hanya pelatihan yang diperlukan, pendampingan dari akuntan juga memiliki peran yang penting. Mengingat tidak semua materi yang didapatkan selama pelatihan telah mencangkup semua aspek dan dapat diserap semua oleh peserta pelatihan, demi mengantisipasi kesalahan-kesalah yang mungkin saja akan terjadi serta keterlambatan dalam laporan pertanggungjawaban maka pendampingan akuntan akan sangat diperlukan. Jadi, apabila terjadi kendala-kendala di lapangan akuntan tersebut dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut sampai dikira staf keuangan desa sudah cukup mahir dalam melakukan pelaporan keuangan dana desa dan dapat mengatasi kendala-kendala yang akan terjadi.

 

Penulis   : Dian Pitaloka (Mahasiswi Prodi Akuntansi UBB)   
Editor    :  Admin
Sumber :  Babelreview