Perusahaan Berusaha “Tutup Mata” Terhadap Tanggung Jawabnya (CSR)

diko subadya
Perusahaan Berusaha “Tutup Mata”  Terhadap Tanggung Jawabnya (CSR)

UBB, Babelreview-- CSR (Corporate Social Responsibility) merupakan sebuah konsep atau tindakan yang dilakukan perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap sosial maupun lingkungan sekitar perusahaan itu berada, seperti melaksanakan kegiatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa dimana perusahaan didirikan, anggaran untuk pemeliharaan fasilitas umum, hibah untuk membangun desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak. 

Corporate Social Responsibility telah menjadi berita hangat yang sering kali diperbincangkan oleh berbagai pihak. permasalahan yang seringkali menjadi perdebatan adalah praktik CSR. Banyak perusahaan melakukan tindakan sukarela hanya dengan maksud pelaksanaan etika bisnis. Pada kenyataannya, CSR menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan termasuk dikalangan pebisnis. Beberapa regulasi yang mengatur mengenai CSR adalah UU No 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No 47 Tahun 2012 mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, UU No 25 Tahun 2007 mengenai Penanaman Modal, UU No 22 Tahun 2001 mengenai Minyak dan Gas Bumi, UU No 4 Tahun 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara, PerPem No 23 Tahun 2010 mengenai Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, UU No 21 Tahun 2014 mengenai Panas Bumi, dan UU No 13 Tahun 2011 mengenai Penanganan Fakir Miskin.

Begitu banyak regulasi yang mengatur mengenai CSR, namun tidak semua perusahaan membuka mata mengenai permasalahan ini, banyak perusahaan berpura-pura tidak peduli dan menganggap bahwa CSR bukanlah suatu hal yang penting dan wajib untuk dilakukan. Perusahaan yang tidak patuh regulasi tersebut seharusnya mendapatkan sebuah sanksi tegas dikarenakan sangat merugikan masyarakat sekitarnya yang di dapatkan oleh masyarakat sekitar di sebabkan tidak patuhnya perusahaan terhadap regulasi berakibat terganggunya kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar perusahaan. 

Hal ini seharusnya dapat di tangani oleh pemerintah sehingga perusahaan bisa menjalankan kewajibannya untuk memberikan CSR kepada masyarakat yang di rugikan karena aktivitas perusahaan. Tetapi hal yang terjadi sekarang, pemerintah daerah masih belum bergerak untuk menangani pelanggaran tersebut sehingga perusahaan tidak mempedulikan regulasi mengenai CSR ini. Masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai masalah ini juga dimanfaatkan oleh perusahaan nakal agar terhindar dari kewajibannya memberikan CSR kepada masyarakat yang terkena dampak dari kegiatan yang di lakukan oleh perusahaan. Masyarakat akan bersikap tidak peduli terhadap dampak yang akan terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Hal yang perlu di lakukan dalam menangani dampak yang akan terjadi dari permasalahan yang ada dengan melakukan penegakan hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku sehingga permasalahan tersebut dapat terselesaikan secara baik. Untuk perusahaan yang masih melanggar juga tentang regulasi CSR tersebut harus segera mendapatkan sanksi yang sangat berat unuk mencegah perilaku menyimpang yang di lakukan oleh perusahaan terkait.

Selain itu, pemerintah harus memberikan sosialisasi tentang tindakan yang wajib di lakukan oleh perusahaan yang merugikan masyarakat, memberikan pengetahuan tentang undang-undang yang mengatur tentang CSR sehingga masyarakat paham dan mengerti mengenai CSR ini, kemudian pemerintah menjadi penengah antara pihak perusahaan dan masyarakat untuk pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran tentang regulasi mengenai CSR oleh perusahaan. Pada intinya untuk menghindari pelanggaran mengenai regulasi tentang CSR, pihak-pihak yang terkait harus bekerja sama agar hal tersebut tidak akan terjadi dan menciptakan kesejahteraan terhadap masyarakat dan pihak perusahaan.


Penulis : Lucky Dwi Dharmawan, Mahasiswa Jurusan Akuntansi, UBB.